POST DETAIL

Sabtu, 16 Juni 2012 - 21:50

Buntut Permen 07, Bea Cukai Jadi Pengawas Kadar Mineral Ekspor

Bogor, Seruu.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menegaskan akan memastikan kandungan sejumlah mineral yang akan diekspor oleh pengusaha.

"Solusi yang pertama tentunya seluruh ekspor ini harus dilindungi laporan dari surveyor, seperti Sucofindo atau Surveyor Indonesia," jelas Direktur Teknik Kepabeanan DJBC Heri Kristiono seusai diskusi wartawan pada Sabtu (16/6/2012) di Bogor, Jawa Barat.

Surat hasil pemeriksaan yang dikeluarkan oleh surveyor tersebut menurut Heri akan menjadi referensi dan dokumen penunjang bagi eksportir bijih mineral yang diberikan kepada pengawas ekspor DJBC.

Menurut Heri, jika DJBC meragukan surat hasil pemeriksaan surveyor, maka pihaknya akan mengambil contoh bijih mineral untuk diperiksa.

"Kemudian dalam hal Bea Cukai meragukan laporan, maka kami juga bisa mengambil contoh bijih mineral. Kemudian dengan persetujuan dari pihak eksportir untuk dikirimkan ke Balai Identifikasi dan Pemeriksaan Bea Cukai di Jakarta," jelas dia.

Setelah didapat hasil dari balai tersebut, Bea Cukai baru bisa menentukan apakah kadar bijih mineral sesuai dengan yang tertera di surat surveyor atau tidak.

Hal itu , menurut Heri , berguna untuk menyesuaikan tarif bea keluar yang berlaku bagi bijih mineral tertentu setelah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 75 Tahun 2012 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar.

Peraturan tersebut nantinya menetapkan sebanyak 65 jenis barang tambang dan mineral dikenakan bea keluar ekspor sebesar 20 persen. [ms]



MOST POPULAR