POST DETAIL

Jumat, 15 Juni 2012 - 20:41

Peringkat Logistic LPI Indonesia 2012, Naik 16 Peringkat Dibanding 2010

Jakarta, Seruu.com - Awal minggu ini Bank Dunia merilis data logistic performance index (LPI) 2012 yang menunjukkan Indonesia berhasil naik peringkat dari posisi 75 di tahun 2010 menjadi posisi 59 di tahun 2012 dengan kenaikan indeks dari 2.76 menjadi 2.94. Indeks LPI memiliki rentang nilai antara 1 sampai 5, dengan capaian indeks 5 sebagai yang terbaik.

Peningkatan ini memang belum membawa Indonesia menjadi yang terbaik di kawasan Asia Tenggara. Meskipun demikian peningkatan ini menunjukkan perbaikan yang signifikan, di saat negara tetangga, kecuali Singapura, mengalami stagnasi atau penurunan peringkat. Terlebih, indeks ini dicapai dalam kondisi belum selesainya pembangunan infrastruktur utama logistik, seperti pelabuhan-pelabuhan baru dan soft infrastructure sebagai penunjangnya.

“Hasil LPI ini tentu sejalan dengan program peningkatan produktivitas yang mulai dicanangkan di wilayah kerja Pelabuhan Indonesia II, terutama Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pintu gerbang utama pengapalan internasional,“ ujar Cipto Pramono, Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), yang juga merangkap sebagai Plt. General Manager Cabang Tanjung Priok dalam informasi tertulisnya Jumat (15/6/2012).

Kemudahan  tracking dan tracing ini akan semakin efektif saat Indonesia Logistic Community System (ILCS),  sistem online hasil kerja sama Pelabuhan Indonesia II dan PT Telkom, mulai diterapkan. ILCS akan memungkinkan pemilik barang secara real time bisa mendapatkan informasi mengenai pengurusan barang miliknya.

Sistem ini akan mulai diuji-coba-operasikan pada 1 Juli 2012 dan dibuat sebagai gerbang  epayment layanan logistik nasional dengan 4 (empat) layanan berupa penyediaan layanan  port community system, inaport net, domestic manifest, dan tracking system. Keberadaan sistem ini tentu sebagai bagian transformasi layanan Pelabuhan Indonesia II dalam mengelola pelabuhan-pelabuhannya agar semakin mengefisiensikan sistem logistik di Indonesia.

Nantinya, pemilik barang akan dapat mengetahui di mana barangnya saat ini berada, proses administrasi apa yang harus dilengkapi, dan berapa yang harus dibayar. Semuanya dapat diakses secara mudah dan transparan. Pelabuhan Tanjung Priok juga telah menerapkan layanan  berthing window bagi kapal-kapal yang akan melakukan bongkar muat. Layanan berthing window berarti tiap kapal yang mau sandar di dermaga telah mendapatkan kepastian jam dan lama sandar. Sehingga di wilayah kerja Tanjung Priok, tidak ada lagi antrean kapal yang disebabkan oleh ketidakjelasan waktu sandar.

"Perbaikan-perbaikan dalam hal yang sifatnya  soft infrastructure dapat dilakukan dalam waktu yang relatif lebih cepat, mudah dan murah. Karena itu hal yang bisa segera kita lakukan dengan cepat adalah dengan terus berupaya memperbaiki hal-hal yang sifatnya soft infrastructure tadi. Ini bisa dibuktikan dengan hanya memperbaiki beberapa bagian saja hal ini sudah bisa memberikan dampak yang cukup besar untuk Logistic Performance Index kita. Kedepan hal ini yang akan kita dorong terus," ujar RJ Lino, Direktur Utama Pelabuhan Indonesia II.

Lino menambahkan Pelabuhan Indonesia II sebagai salah satu pemain utama di mata rantai logistik nasional konsisten berkomitmen membantu Indonesia untuk dengan cepat menurunkan biaya logistik dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

“Ini memang yang menjadi tantangan kita. Soft infrastructure kita siapkan dan kita benahi sambil menunggu hard infrastructure seperti pelabuhan-pelabuhan baru selesai dibangun, saya yakin Indonesia bisa menjadi top performer di kawasan  Asia. Oleh karena itu, pembangunan pelabuhan baru, juga penataan kawasan pelabuhan harus segera dimulai, harus didukung semua pihak,” tutup Lino. [Ain]



MOST POPULAR