POST DETAIL

Jumat, 15 Juni 2012 - 17:05

Marwan : Hadapi Saja WTO dan Persiapkan Hilirisasi Dengan Baik

Jakarta, Seruu.com - Akibat pemberlakuan Permen ESDM no 7 th 2012 perusahaan tambang nasional dilarang ekspor raw material yang salah satunya adalah nikel, Senin (11/6) kemarin  pemerintah Jepang meminta Indonesia untuk menghapus larangan ekspor barang tambang pada 2014 dan membuka kemungkinan pengaduan ke forum WTO (World Trade Organization).

"Tindakan sepihak Indonesia itu tidak sesuai," kata Direktur Jenderal Industri Manufaktur Kementerian Perdagangan Jepang, Takayuki Ueda, seperti dikutip Bloomberg gugatan Jepang ke WTO.

Ancaman Jepang tersebut tak hanya mendapat respon dari Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan juga menyatakan kesiapannya melawan. Begitu juga yang dilakukan sejumlah pengamat ekonomi dan pertambangan yang salah satunya Marwan Batubara, Ia menyatakan dengan tegas perlakuan Jepang ini harus dihadapi oleh pemerintah. Menurutnya yang dilakukan pemerintah sudah benar, dan untuk kepentingan negara.

"Dilawan saja WTO, prinsipnya kita lebih mengutamakan kepentingan negara kita, karena dengan kebijakan ini kita akan maju di hilirisasi dan punya nilai tambah. Jadi jangan takut digugat dan lainnya," tuturnya kepada Seruu.com Jumat (15/6/12).

Marwan menganggap perlakuan Jepang ini karena mereka hanya memikirkan bisnis semata, tanpa mau tahu yang terjadi dan tujuan dibentuknya Permen 7. Bahkan menurutnya dengan BK 20% ini eksplorasi secara exesive bisa dikendalikan.

"Namanya Jepang yang dipirin bisnis dia aja, mana mikir tentang cadangan nasional dan add value buat negara kita. Dulu juga pernah mereka menuntut Cina lewat WTO, Cina juga menghentikan ekspor demi cadangan nasionalnya, cadangan mineral kita ini nggak banyak contohnya biji besi hanya sampai 9 tahun. Makanya kalau ada hilirisasi kita bisa ada add value untuk biji besi sampai 20 kali lipat. Hadapi saja WTO dan Jepang, siapkan dengan baik tapi harus lintas pemerintahan jangan 1 pemerintah saja agar punya visi yang sama," paparnya.[Ain]



MOST POPULAR