POST DETAIL

Jumat, 15 Juni 2012 - 00:33

PHK Massal Akibat Permen 7 Mulai Timbulkan Keresahan Dan Penjarahan

Jakarta, Seruu.com - Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional (SPARTAN) kembali menjerit setelah keluhan dan aksi mereka hingga aksi di 4 propinsi tidak ditanggapi oleh pemerintah dan konstitusi dalam hal ini Komisi 7 DPR RI. Mereka menganggap pemerintah tidak peduli bahkan menutup mata atas pelanggaran HAM ini tanpa melihat lebih dalam implikasi yang terjadi di masyarakat.

Central informasi SPARTAN, Juanforti Silalahi menegaskan bahwasannya pemerintah ESDM hanya tahu lewat media sementara media belum mencapai ke bawah secara detail, hingga pemerintah hanya tahu persoalan-persoalan nasional yang muncul di pemerintahan. Ia menambahkan kondisi di 4 propinsi saat ini adalah pengusaha dan Pemda takut dan resah akan terjadi penjarahan karena meningkatnya PHK secara drastis.

"Ini yang tidak disikapi oleh ESDM, Jero Wacik melihat ini simple. Jangan salahkan saat kami berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk meminta pertanggung jawaban pada pemerintah", tegasnya kepada Seruu.com Kamis (14/6/2012).

Pihaknya mengaku kecewa saat melakukan aksi di depan ESDM dan akhirnya hanya ditemui Puskom dan ahli hukum ESDM lantas mereka hanya bilang pekerja harus tanya pada perusahaannya mau membuat smelter atau tidak.

"Ini bukan persoalan mau atau nggak, bukan persoalan industrial biasa tapi ini tragedi kemanusiaan luar biasa karena 5% dari total penduduk indonesia akan kehilangan penghasilan, dampaknya multiplayer efect. Bullshit ketika SBY bilang pertumbuhan ekonomi akan naik, 5% ini akan jadi pengangguran mereka ini akan lari kemana?", cetusnya pada Seruu.com. [Ain]



MOST POPULAR