POST DETAIL

Selasa, 12 Juni 2012 - 22:24

PLN Jawab Tanya Komisi VII Dengan Target Tuntasnya Proyek Tahap I PLTU 10.000 MW

Jakarta, Seruu.com - Progress tender 10.000 MW PLN yang dipertanyakan oleh Politisi Partai Golkar Satya W Yudha, yang juga anggota Komisi VII DPR RI mendapat jawaban dari Senior Manager Corporate Communication PLN Bambang Dwiyanto.

Ia mangatakan pihaknya selama ini tengah berupaya memaksimalkan tender 10.000 MW yang telah direschedule dengan target pada tahun 2014 akan selesai dengan tuntas. Tak hanya itu Bambang tidak memungkiri PLN telah melakukan inefisiensi hingga Rp 93 triliun, hal ini disampaikannya saat dijumpai Seruu.com di kantornya, Selasa (12/6/12).

"Kita selalu berupaya melakukan penghematan untuk menekan inefisiensi ini dengan cara energy mix karena kami sadar biaya produksi terbesar pada penggunaan BBM. Dengan energy mix kita bisa mengatur listrik sedemikian rupa supaya pembangkit listrik yang beroperasi berbakar bahan bakar yang hemat", jelasnya kepada Seruu.com.

Bambang juga menjelaskan beberapa hambatan mengapa progress proyek 10.000 MW PLN lambat, menurutnya ada 3 faktor disini yaitu faktor sosial, capability contractor dan faktor pendanaan.

"Faktor sosial ini seperti pembebasan lahan yang tidak disetujui oleh warga, sehingga ada beberapa yang dipindah lokasi. Capability contractor ini karena kita biasa dengan kontraktor dari Jepang sehingga saat sekarang berhadapan dengan kontraktor dari Cina target tidak bisa dipenuhi. Sedangkan pendanaan  karena belum beroperasi maksimal PLTU batubara maka pilihannya listrik dimatikan atau memakai jenset sehingga mau tidak mau kami tetap menggunakan BBM yang menyebabkan lbocornya APBN untuk listrik 27 triliun. Namun sekarang sudah komitmen baru dan harus diimbangi dengan pembangunan tranmisi juga".

Di tahun 2012 ini PLN juga mentargetkan pemakaian BBM sebesar 17%, namun  ada juga target-target triwulan namun memperhatikan jadwal masuknya PLTU-PLTU pada tahap I proyek 10.000 MW.

"Tahun 2011 kami mentargetkan penghematan 27% terhadap BBM dan itu tercapai, tahun ini kami mentargetkan fuel mix sebesar 17,7%, target fuel mix ini untuk mendukung target pencapaian biaya pokok produksi (BPP) sebesar Rp 1.166/kWh", tutupnya. [AIN]



MOST POPULAR