POST DETAIL

Selasa, 12 Juni 2012 - 12:44

Jika TDL Tidak Naik Tahun Depan, Subsidi Listrik Bisa Jebol Rp 100,32 Triliun

Jakarta, Seruu.com - Kementrian ESDM kembali mengajukan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dalam raker bersama Komisi VII DPR RI sebesar 10%, jumlah ini sama seperti angka kenaikan TDL yang diajukan tahun lalu untuk tahun 2012. Angka 10% diputuskan Jero Waci agar subsidi untuk listrik tidak menjebol APBN seperti saat ini. Hal ini disampaikannya saat skors raker kepada media.

Pada 1 Januari 2013 nanti, lanjut Jero Wacik, Tarif Tenaga Listrik diusulkan naik 10%, karena jika tidak naik maka subsidi listrik tahun depan bisa tembus mencapai Rp 100,32 triliun apabila ICP (Indonesia Crude Price/harga minyak) ditetapkan US$ 120 per barel.

"Jika tahun depan TDL tak naik, maka subsidi listrik bisa tembus Rp 100,05 triliun atau naik dari tahun ini Rp 65 triliun," ucapnya dalam ruang rapat Komisi VII Selasa (12/6/2012).

Jero mengutarakan, berdasar kajian yang selama ini dilakukanya, apabila harga minyak ditetapkan US$ 100 per barel dan TDL tidak naik, maka subsidi listrik yang diperlukan mencapai Rp 91 triliun dengan pertumbuhan 8%-9%.

Besaran subsidi listrik yang ditetapkan kali ini juga berdasarkan penetapan harga minyak dan asumsi kurs Rp 9.000/US$. Jero menambahkan, bahwasannya setiap kenaikan kurs Rp 100 per dolar akan menambah subsidi listrik sekitar Rp 800 miliar.

"Dan bila TDL dinaikkan 10% tahun depan dengan ditetapkan ICP US$ 100 maka subsidi listrik yang dibutuhkan Rp 77,83 triliun dengan asumsi pertumbuhan listrik 8%-9%," tandas Wacik.[Ain]



MOST POPULAR