POST DETAIL

Rabu, 6 Juni 2012 - 21:40

Mantan Hakim MK : Demo Buruh Tambang Bukti Kurangnya Perlindungan di Dalam Negeri

Jakarta, Seruu.com -  Mantan Hakim MK Prof H Moh Laica Marzuki berpendapat aksi masif yang dilakukan oleh Pekerja tambang di berbagai daerah terjadi semata karena kurangnya perlindungan  ketenagakerjaan yang professional pada pekerja. Yang memang seharusnya hukum ketenagakerjaan itu dibangun untuk melindungi pihak yang lemah. Pernyataan ini disampaikannya seusai sidang di MK kepada Seruu.com, Rabu sore (6/6/12).

"Ancaman PHK harus dikembalikan kepada basis, pada proporsionalnya artinya di negara yang berasaskan pancasila ini harus memberikan perlindungan pada buruh", tegas Laica.

Dalam konteks perlindungan ini menurutnya bukan berarti memperlakukan tidak adil pengusaha. Namun lebih memberikan teguran dan peringatan pada penguasa negeri yang kurang memiliki kepekaan terhadap buruh.

"Penguasa kita ini sudah berduit mereka kaya raya, sudah seharusnya mereka pikirkan pekerja".

Bagi Laica hak pekerja harus diberikan, karena motivasinya berbeda saat mereka bekerja pada pengusaha atau perusahaan, terutama jika mereka buruh.

Seperti diketahui aksi penolakan oleh ribuan pekerja tambang dari Solidaritas Para Pekerja Tambang (SPARTAN ) terhadap Permen ESDM No 7 Th 2012 terjadi di depan gedung DPRD dan Kantor Bupati, Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (5/6/12) kemarin menuntut dicabutnya permen tesebut karena mengancam PHK terhadap 4 juta buruh tambang.

Aksi serupa juga terjadi di DPRD dan Dinas Pertambangan Kendari.

Dalam aksi di kantor DPRD Morowali, SPARTAN  menemui dan diterima oleh Wakil Ketua I DPRD Ashrar Abd.Samad dan di gedung Kantor Bupati kami diterima oleh Asisten II Bupati. Menurut Kordinator SPARTAN Hendra Daniel, inti dari dialog tersebut Pemerintah Daerah & DPRD sepakat mendukung tuntutan dari SPARTAN dan akan bersama-sama menyuarakan aspirasi ini sampai ke Kementrian ESDM dan Pemerintahan terkait.

Aksi berjalan lancar dan damai dengan jumlah massa sekitar kurang lebih 2500 orang, konvoi mobil mencapai 60 mobil, dengan pengawalan aparat kepolisian dari Polres dan Satpol PP.. [Ain]



MOST POPULAR