POST DETAIL

Rabu, 6 Juni 2012 - 20:10

Kebijakan Pengendalian BBM Subsidi Oleh ESDM Harus Pikirkan Jangka Panjang

Jakarta, Seruu.com - Upaya penghematan energi yang kerapkali diwacanakan pemerintah seperti pengendalian BBM subsidi agar tercukupinya kuota 40 juta KL  sepanjang tahun 2012 ternyata mendapat tanggapan skeptis dari beberapa pihak, mereka berpendapat kebijakan tersebut hanya akan efektif untuk jangka pendek.

Salah satunya yang disampaikan staf ahli Kementerian ESDM Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup M. Lobo Balia, dalam Acara Seminar Mewujutkan Ketahanan Energi Nasional melalui kebijakan Deversivikasi yang digelar Centre For Strategic And International Studies di Hotel Pallman 6/6/2012, Jakarta.
 
Lobo berpendapat usaha penghematan energi yang dilakukan pemerintah sudah benar, dalam mengurangi tingkat konsumsi energi yang berdampak pada anggaran Perbelanjaan Negara (APBN) 2012. Namun menurut hematnya kebijakan tersebut setidaknya harus memikirkan tingkat penghematan dalam jangka panjang.

"Berdasarkan 5 kebijakan yang dikeluarkan presiden SBY pada waktu lalu menurut saya keputusan itu hanya berlaku dalam jangka pendek saja. Kalau sekarang yang dilakukan ini atau yang dikeluarkan ini hanyalah untuk jangka pendek. Untuk maju kedepan seharusnya apapuin tehnikal yang mengenai pembatasan itu sudah pasti tepat, yang menjadi masalah efektifitasnya berapa lama?” ungkap Lobo.
 
Bahkan dirinya sempat menyinggung upaya penghematan energy dengan pembatasan BBM bersubsidi bagi kendaraan dinas.

"Itupun belum efektif, seperti yang dikatakan Hatta Rajasa,  sejak pemberlakuan BBM bersubsidi hampir 80% masih bandel, dan masih menggunakan BBM bersubsidi, padahal sudah jelas itu merupakan peraturan pemerintah", cetus Lobo. [Ain]



MOST POPULAR