POST DETAIL

Senin, 4 Juni 2012 - 17:15

Terancam PHK Massal, Ribuan Buruh Tambang Morowali Siapkan Aksi Serentak

Morowali, Seruu.com - Ribuan buruh tambang yang tergabung dalam Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional (Spartan) Morowali, dalam siaran persnya hari ini, Senin (04/6/2012) menegaskan bahwa pihaknya besok (05/6) siap mengerahkan ribuan massa untuk melakukan aksi serentak menuntut perhatian pemerintah terhadap ancaman PHK Massal yang dialami oleh Pekerja Tambang Rakyat akibat peraturan Permen ESDM 07/2012.

Menurut Abdurrahim, humas aksi Spartan, terbitnya Permen ESDM 07/2012 yang secara tiba-tiba memutuskan untuk melarang perusahaan tambang melakukan ekspor bahan mentah mineral pada tahun 2012 adalah menjadi teror dan ancaman bagi pekerja tambang.

"Sudah hampir bisa dapat dipastikan ribuan perusahaan Tambang Dalam Negeri akan berhenti beroperasi dan berproduksi sehingga akan mem PHK lebih dari 4 juta Pekerja Tambang diseluruh Indonesia akibat aturan tersebut. Oleh karena itu, kami Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional (SPARTAN) bersama seluruh
masyarakat lingkar tambang di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah siap untuk melakukan aksi penolakan atas kebijakan yang menindas rakyat kecil itu," kat Abdurrahim, Senin (04/6/2012).

Aksi tersbeut akan dimulai di lapangan sepakbola Bungku dan dilanjutkan dengan Longmarch buruh tambang Kantor Bupati dan DPRD Morowali di Bungku Tengah

"Aksi besok diperkirakan akan diikuti 3000 Pekerja Tambang dan Masyarakat Lingkar Tambang," tegasnya.

Menurut Abdurrahim selain di Morowali maka aksi serupa juga akan digelar oleh perwakilan Spartan di daerah masing-masing, diantaranya, Kalimantan, Sulsel dan di Sumatera.

Saat ditanya mengenai tuntutan, ia menegaskan bahwa mengingat dampak dari aturan tersebut terhadap jutaan pekerja tambang, maka Spartan memutuskan untuk menolak Permen ESDM No 07 dan No. 11 Tahun 2012.

"Kami juga mengingatkan pengusas di negeri ini jika terjadi PHK Massal akibat Permen ESDM No 07/2012,
maka pemerintah harus membayar pesangon pekerja dan menjamin bahwa hak-hak kami dipenuhi. Kami juga menuntut agar pemerintah sebagai pembuat kebijakan wajib menyediakan lapangan kerja baru bagi para pekerja tambang yang terkena PHK. Terakhir kami minta agar pemerintah segera melakukan Nasionalisasi Aset Tambang Mineral dan Migas di Seluruh Indonesia agar lapangan pekerjaan bagi tenaga ahli dan pekerja tambang nasional yang selama ini banyak didominasi pekerja asing bisa terbuka lebar," tandasnya.
 

Seperti diketahui dalam pertemuan dengan Internasional Labour Organisation (ILO), organisasi buruh internasional, Spartan meminta bantuan agar persoalan yang mereka hadapi juga menjadi perhatian internasional. Selain itu mereka juga menyatakan akan terus menggelar aksi di daerah dan pada puncaknya ke Jakarta bila tuntutan dan kekhawatiran mereka tidak dijawab pemerintah [musashi]



MOST POPULAR