POST DETAIL

Senin, 4 Juni 2012 - 14:16

Hanung Budya : Ada Pihak Yang Memanfaatkan Penertiban Jalur Distribusi LPG Dengan Menaikkan Harga!

Jakarta, Seruu.com - Pasokan gas LPG 3 kg di Tangerang yang diberitakan sudah mulai langka pada 29 Mei 2012 kemarin karena kurangnya pasokan dari pertamina dan dinyatakan sudah 2 bulan bahkan pada minggu kemarin dinyatakan tidak ada pasokan yang yang dikirim oleh pertamina mendapat penjelasan dari Direktur Pemasaran dan Niaga PT. Pertamina (Persero) Hanung Budya Yuktyanta.

Menurutnya hal ini dilakukan untuk penertiban jalur distribusi yang telah diketahui adanya indikasi elpiji 3 kg  disalahgunakan seperti dioplos ke LPG 12 kg. Hal ini disampaikan Hanung saat melakukan kunjungan ke agen LPG 3 kg, PT. Dian Jan Adnan hari ini Senin (4/6/12).

"Kita tidak ingin seperti bahan bakar subsidi ini disalahgunakan sehingga nanti realisasinya over, negara harus menyediakan dana subsidi lebih besar dan ini tanggung jawab pertamina untuk memastikan LPG bersubsidi tidak melampaui kuota yang ada," kata Hanung.

Hanung menambahkan, penertiban ini memang membawa dampak yaitu terjadi kelangkaan di Jabar. Namun pertamina sudah memastikan penambahan pasokan 15-40% dan tergantung dari rata-rata harian.

"Angkanya nanti bisa ditanya, tetapi rata-rata 22% dalam 10 hari terakhir. Berdasarkan pengamatan kita, pasokan  sudah selesai tetapi yang terjadi adalah di sebagian tempat harga nggak mau turun. Bukan pasokan lagi, tetapi masalah harga. Ini tukang dorong dan pengecer menikmati harga tinggi sehingga pedagang keliling bilang elpijinya langka dan harganya belum turun jadi siapa yang naikkin harga?", tutur Hanung.

Menurutnya ada pihak yang mengambil manfaat dalam penertiban ini, sehingga  pertamina akan mengoperasi pasar dimana masih harga tinggi di pasar tersebut, pertamina juga akan drop di agen atau di pangkalan dengan harga resmi supaya harga lain ikut turun.

"Mekanisme harga kan pertamina gak bisa ngontrol sampe ke warung. Tanggung jawab pertamina adalah elpiji dipasok secara cukup harga di agen itu sesuai dengan HET keputusan pemda, kita memastikan dan memonitor agar tidak terjadi penyalah gunaan dan mengoplos".

Hanung mengimbau agar konsumen melihat dengan jeli harga antara penjual keliling dan harga resmi agar tidak timbul mis komunikasi hingga akhirnya menyimpulkan bahwa harga LPG naik.

"Kita bisa liat ini agen 3 kg di Jakarta. Jakarta itu ada 150 agen, di Jabodetabek itu ada 10 ribu, dari pertamina ke SPBE terus ke agen lalu ke pangkalan dan ke tukang dorong dan warung. Jadi kalo mengutip harga tolong disebutkan dimananya. Jangan bilang 17ribu, ya kalo nunggunya depan rumah memang segitu. Kalo pangkalan itu ikut HET, HET Jakarta 12750 itu di pangkalan tapi biasanya konsumen beli di warung atau pengecer," tutup Hanung.[Ain]



MOST POPULAR