POST DETAIL

Senin, 4 Juni 2012 - 12:33

3 Hari Realisasi Pengendalian BBM Subsidi dengan Stiker, Penjualan Pertamax Naik 4%

Jakarta, Seruu.com - Sebagai Implementasi dari Permen ESDM No 12 tahun 2012 tentang pengendalian penggunaan BBM subsidi pada tahap pertama untuk mobil-mobil pemerintah, instansi BUMN dan BUMD, Pertamina melakukan tinjauan langsung realisasi dari permen yang sudah dijalankan sejak 1 Juni 2012 jam 00.00 di SPBU 34-12708 Jl Kapten Tendean 38.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT. Pertamina (Persero) Hanung Budya Yuktyanta menegaskan bahwa permen ini sudah dijalankan dan mendapat respon bagus dari konsumen, hingga meningkatkan penjualan pertamax.

"Seluruh infrastrukturnya sudah siap, operator sudah kita briefing, pada umumnya berjalan lancar namun masyarakat ada satu dua mungkin yang belum tahu dan keras kepala, ini proses namun dengan berjalannya waktu saya yakin kebijakan ini akan jalan. Dalam waktu 3 hari dari Jumat sampai Minggu itu pertamax naik 4%, memang kebijakan ini terlihat bekerja dengan baik di lapangan dengan adanya peningkatan", jelas Hanung kepada media Senin (4/6/2012).

Selain melakukan peninjauan ke SPBU untuk memantau implementasi kebijakan penghematan BBM subsidi pada instansi pemerintah melalui pemasangan stiker kendaraan pelat merah. Hanung juga memasang stiker langsung kepada kendaraan yang tidak memakai BBM atau mobil pemerintah. Pihaknya mengharap pngendalian ini bisa meningkatkan penjualan pertamax hingga 100%.

"Itu karena hari libur jadi cuma 4%,  kalau hari biasa saya yakin bisa naik hingga 100%, memang perlu ada sosialisasi dari media tentang kebijakan ini. Mana yang boleh pakai dan mana yang tidak", lanjutnya.

Meskipun sosialisasi kebijakan pengendalian sudah mulai dijalankan, pertamina hanya sebagai pelaksana sehingga tidak bisa menindak atau menangkap langsung pelaku pelanggaran. Mereka juga mengaku sedikit kesulitan saat pertama kali menginstrusikan kepada operator SPBU.

"Kita nggak bisa nangkap atau nindak, jadi memang pertamina dibantu oleh aparat dalam hal ini ada kepolisian. Untuk intruksi harus simple biar mereka nggak bingung, sementara ini yang kita patenkan adalah yang nggak boleh isi premium itu 3, plat merah, mobil dengan plat TNI-Polri, ketiga yang dipasang stiker".

Sosialisasi ini menurut Hanung tidak terikat waktu sampai masyarakat benar-benar paham. Dan rencananya sosialisasi ini akan berjalan di Jabodetabek 2 bulan, kemudian di Jawa-Bali.

"Sementara ini pegangan kita jelas yang nggak boleh 3 itu tadi, namun bisa saja ada perubahan bila kita dapat arahan dari BPH Migas", tutupnya.[Ain]



MOST POPULAR