POST DETAIL

Jumat, 1 Juni 2012 - 09:10

Tahun 2013, Priyono Usulkan Lifting Migas Dengan Asumsi Terendah dan Evita Rencana Naikkan Kuota BBM Bersubsidi

Jakarta, Seruu.com - Untuk asumsi APBNP 2013, Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Priyono memberikan asumsi lifting minyak dan gas bumi sebesar 880-910 ribu barel oil per day (BOPD) dan 7,6-8,06 miliar kubik feet gas (MMSCFD) kepada Komisi VII DPR RI kepada DPR RI ketika melakukan Rapat Dengar Pendapat bersama di Jakarta kemarin (31/5/2012).

Priyono mengungkapkan bahwa asumsi lifting yang dia usulkan adalah asumsi terendah yang disampaikan oleh BP Migas selama 5 tahun terakhir, dimana batas bawah lifting minyak sebesar 880 ribu BOPD dan batas atas 910 ribu BOPD.

"Asalkan produksi minyak di tahun 2012 ini bisa mencapai 904 BOPD serta seluruh proyek pengembangan dapat dikerjakan tepat waktu, maka asumsi yang kami berikan niscaya akan tercapai,"ujar Priyono kepada Komisi VII di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Jakarta, Kamis (31/5/2012) kemarin.

Menurutnya, asumsi lifting yang diajukan oleh BP Migas tersebut merupakan analisis dan perhitungan berdasarkan kemampuan kontraktor kontrak kerja sama migas (KKKS).

Berbeda yang diusulkan oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo yang berencana menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubdi pada Tahun 2013 mendatang. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari pengendalian konsumsi BBM yang terus meningkat signifikan.

Evita mengatakan, pemerintah telah mengusulkan kuota volume BBM bersubsidi dalam RAPBN tahun 2013 sebesar 45-48 juta kiloliter.

"Kuota 45 juta kiloliter ini dilakukan dengan asumsi penyesuaian harga jual BBM bersubsidi," ujar Evita kepada wartawan usai melakukan Rapat Dengar Pendapat bersama komisi VII,di jakarta, Kamis (31/5).

Namun saat ditanyakan berapa besaran kenaikan harga yang akan dilakukan, Evita masih tidak bisa menyebutkannya.[Ain]



MOST POPULAR