POST DETAIL

Rabu, 30 Mei 2012 - 19:56

Jero Wacik, Habisnya Kuota BBM di Kalimantan Jangan Dipolitisir

Jakarta, Seruu.com - Wagub Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, Ketua BAPPEDA Kalimantan Timur dan Gubernur Kalimantan Selatan duduk bersama Menteri ESDM, BPH Migas dan Pertamina untuk membicarakan persoalan habisnya kuota BBM subsidi di Kalimantan hingga menyebabkan terjadinya pemblokadean regulasi batubara ke Jawa. Pertemuan yang sangat produktif ini menurut Jero Wacik bertujuan mencari solusi mengingat adanya antrian panjang yang terjadi di sudah 2 bulan ini di Kalimantan.

"Penyebab antrian itu pertumbuhan ekonomi yang baik, rata-rata 6% hingga 8%. Kendaraan tumbuh 7%, sedangkan kekurangan BBM subsidi sangat dibatasi oleh UU APBNP 12", kata Jero Wacik saat ditemui usai rapat dengan para perwakilan Kalimantan di KESDM, Rabu (30/5/2012).

Jero mengimbau pemblokadean batubara yang kemarin panas dibicarakan di media agar tidak menjadi politik, pihaknya juga meminta agar pertemuan ini berlangsung terbuka. Pihaknya berjanji akan gelontorkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium yang dicadangkan dalam APBNP 2012 sebesar 2,5 juta kiloliter,  bisa dipastikan akan disalurkan oleh badan usaha penyalur BBM bersubsidi (publik service obligation) pada akhir Mei atau paling lambat awal Juni 2012.

"BBM yang bersubsidi kebetulan ada, ada 2,5juta KL yang blum boleh keluarkan akhirnya kemarin bisa akan kami gelontorkan, sementara kuota BBM subisidi blum bisa ditambah, kita carikan celah untuk penambahannya. Kita akan tambah BBM non subsidi, karena daya beli bagus pertumbuhannya jangan sampai mnurun, akan kami tambah brapapun permintaannya", kata Jero saat gelar jumpa pers di KESDM.

Ia terus menegaskan kurangnya stok BBM subsidi bukanlah politik, namun ia berjanji tetap mendukung untuk  membangun daerah. Hal ini terjadi semata-mata karena penggelapan BBM oleh tangki pengangkut BBM yang nakal.

"Di kalimantan mungkin ada truk-truk yang angkut BBM tidak sampai ke SPBU, pertamina akan cek kalau tidak smpai SPBU akan ditangkap dan dipidanakan. Jangan memancing di air keruh. Wartawan jangan adu domba gubernur dengan pemerintah", tambah Wacik.

Sementara itu Dirut Pertamina, Karen Agustiawan mengaku sudah mendapatkan masukan dari beberapa gubernur dan pihaknya siap menambah pasokan BBM ddi Kalimantan.

"Kami siap tambah BBM subsidi dan non subsidi. Kami juga siap bangun SPBU  baru untuk penuhi kebutuhan BBM  disana", kata Karen. [Ain]



MOST POPULAR