POST DETAIL

Rabu, 23 Mei 2012 - 19:29

Witoro, Bea keluar Untuk Batubara Adalah langkah strategis Bagi 'National Energy Security'

Jakarta, Seruu.com - Kebijakan Energi Nasional yang diterbitkan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 0983 K/16/MEM/2004 telah ditindaklanjuti dengan menyusun Blueprint Pengelolaan Energi Nasional (BP-PEN) 2006 - 2025 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden no 5 tahun 2006, bahwa porsi penggunaan batubara pada penyediaan energi nasional tahun 2025 adalah 33 % atau 969,1 juta sbm (setara barrel minyak), atau setara dengan 231 juta ton batubara.

Pengamat pertambangan Soelarno Witoro berpendapat perlu adanya kebijakan memperlakukan sumberdaya tak terbarukan yang tidak semata-mata untuk memenuhi pendapatan Negara, tetapi justru harus beralih untuk memenuhi kebutuhan energi.

"Apabila koreksi terhadap control produksi nasional tidak segera dilakukan, maka semua rencana baik yang ditetapkan melalui Perpres 5 tahun 2006 tersebut tidak akan dapat dipenuhi. Selain itu yang lebih berat, kita akan menjadi net importer batubara pada sekitar tahun 2025-2030", tegas Witoro.

Witoro menambahkan bila ada rencana penetapan bea keluar adalah langkah strategis untuk "national energy security".

"Berapapun besarannya bukan untuk ditujukan untuk menambah pendapatan negara. Penetapan besaran bea keluar harus hati hati, agar perusahaan tidak merugi", tutup Witoro.

Menurutnya pengaturan ini sangat penting karena batubara merupakan komoditi strategis, bila ditinjau dari kepentingan bangsa dan negara.

"Peningkatan kesejahteraan masyarakat hanya bisa dicapai melalui pertumbuhan ekonomi, roda ekonomi bisa bergerak bila ada energi, dan energi termurah saat ini ya batubara. Bila mau melepaskan diri dari subsidi energi ya hanya memungkinkan dari batubara", kata mantan Ditjen Minerba ini. [Ain]



MOST POPULAR