POST DETAIL

Rabu, 23 Mei 2012 - 17:50

PMII Tuntut Nasionalisasi Aset Tambang Asing di Indonesia

Jakarta, Seruu.com - Ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Bidang Kajian Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam Aidil Azhari mendesak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan untuk melakukan nasionalisasi aset pertambangan serta industri minyak dan gas (migas) yang kini banyak dikuasai asing, dan memberantas mafia migas  asing maupun lokal.

“Nasionalisasi aset migas itu kewajiban mutlak pemerintah. Jika tak segera dilakukan, energi fosil kita bisa habis dalam waktu singkat,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu (23/'5/2012)

Dikatakan Aidil, saat ini industri dan aset pertambangan migas di Indonesia telah dikuasai mafia asing dan lokal, yang disinyalir merugikan negara hingga trilyunan rupiah.

“Migas kita, di hulu dikuasai oleh mafia asing, di hilirnya dikelola oleh mafia lokal. Ini bahaya. Saat ini saja negara dirugikan sebesar  Rp1,5 trilyun. Korporasi asing sengaja mengaburkan implementasi regulasi terkait penerimaan Negara. Dan kondisi ini dibiarkan oleh Ditjen Pajak selama bertahun-tahun,” katanya.

“Pemerintah harus tegas karena ini merupakan soal pelaksanaan Undang-Undang. Pemerintah harus memutus sepihak kontrak-kontrak dengan operator migas nakal seperti itu karena mereka tidak taat pada aturan hukum dan menyita semua aset mereka yang ada di Indonesia” tambahnya.

Saat ini, kata Aidil, korporasi migas asing di Indonesia didominasi oleh Amerika Serikat. Lebih dari 4 dekade mereka menyedot sumber daya energi Indonesia dan tidak berdampak pada keamanan energi Nasional.

Malahan mereka menipu regulasi kita dengan mengemplang pajak. Ini disebabkan karena mereka ingin mengambil untung sebesar- besarnya dan didukung oleh mental aparatur yang korup.
“Menteri BUMN, BPK, KPK, BP MIGAS, Menteri ESDM dan Menteri Keuangan harus segera mengambil tindakan tegas demi kepentingan Nasional. Jangan pernah takut menghadapi kekuatan modal asing, PB PMII dengan 222 cabang se Indonesia akan berada di garis depan membela kepentingan negara” tandasnya.

Aidil juga mendesak agar pemerintah memindahkan PT Pertamina Energy Trading (Petral) anak usaha PT Pertamina yang bermakas di Singapura, ke Indonesia. “Kami berharap Pak Dahlan mau bersikap tegas untuk memberantas mafia Migas yang kini banyak bernaung di sejumlah BUMN. Kami mendukung langkah Pak Dahlan untuk mengganti semua Direksi Pertamina. Bersihkan Pertamina dari mafia,”

Senada dengan Aidil. Ketua Umum PB PMII Addin Jauharudin juga menegaskan pentingnya merebut kedaulatan energi nasional, yang saat ini telah dikendalikan asing. “Jika pemerintah tidak berdaya menghadapi perusahaan migas asing maka saya akan instruksikan kader PMII se Indonesia untuk memboikot semua unit bisnis migas asing d Indonesia,” tandasnya.

Terpisah,  Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengatakan pemerintah tidak akan membubarkan Petral,  karena isu-isu korupsi. Namun ia berjanji, akan membenahi kinerja dan fungsi Petral ke depan. "Petral tidak akan dibubarkan. Tetapi Petral tidak lagi diberi tugas membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk pemerintah, karena Pertamina akan membeli langsung BBM melalui produsen," kata Dahlan Iskan, usai mengikuti Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Kantor PT Pann Multifinance (Persero), Jakarta, Selasa (25/5).



MOST POPULAR