POST DETAIL

Selasa, 22 Mei 2012 - 19:30

Pengumuman Revisi Permen 07 Ngaret, Pemanggilan ESDM Molor Minggu Depan

Jakarta, Seruu.com - Menjelang pemanggilan KESDM terkait Permen 07 hingga hari ini belum juga ada pengumuman resmi dari ESDM mengenai hasil revisi, petunjuk teknis (juknis) dan rincian yang dijanjikan Jero Wacik Sabtu (19/5/2012) kemarin. Totok Daryanto anggota Komisi VII dari fraksi PAN menegaskan untuk sesegera mungkin memanggil ESDM paling lambat minggu depan untuk klarifikasi dan implementasi Permen 7.

"DPR sudah meminta supaya secepatnya itu diselesaikan, jawaban dari mereka akan segera. Jadi kalau  belum ya mungkin tinggal tunggu aja beberapa hari yang akan datang atau minggu yang akan datang itu akan diumumkan," ucap Totok seusai RDP Migas di Komisi VII.

Menurutnya kebijakan permen tersebut  positif jadi harus didukung juklak dan juknis, karena ini menyangkut banyak kepentingan yang tidak bisa diputuskan secara sembarangan.

"Harus pro aktif lah, memang itu kewajiban para eksportir supaya mereka punya proposal terhadap smelterisasi di 2014. Itu jadi itu sebuah keharusan menurut saya harus ditaati oleh eksportir. Tapi pemerintah  jangan mau enaknya sendiri dong, dan saya yakin itu hanya sementara saja kalau memang misalnya ekspor itu harus dihentikan saya kira tidak akan lama karena untuk sekarang ini investor yang mau menanamkan dibidang smelter ini sangat banyak,"jelasnya.

Sementara itu di waktu yang sama Asfihani dari fraksi Demokrat berpendapat ketidaksiapan dari permen ini karena peraturan yang terlalu buru-buru, yang artinya sudah terlambat.

"Harusnya 1 tahun setelah UU minerba sudah ada permen ini. Ini 3 tahun lebih kan, kalau memang ada yang harus diperbaiki dipikir lebih jauh lah agar tidak berubah lagi dan wibawa pemerintah tetap bagus," cetus Asfihani kepada Seruu.com.

Totok menambahkan, sekarang ini DPR juga tengah berupaya mendorong supaya semua pengusaha mengajukan proposal, hingga 2014 nanti sudah siap untuk smelterisasi.

"Eksportir-eksportir ini memang 2014 itu sudah jelas mau bergabung, mau membangun sendiri dan sebagainya, nah bagi yang tidak siap maka tidak boleh ekspor," pungkasnya.[Ain]



MOST POPULAR