POST DETAIL

Senin, 21 Mei 2012 - 23:04

Wakil APEMINDO, Wait and See Permen 7 Buat Buruh Tambang Itu Urusan Perut!

Jakarta, Seruu.com - Tersiar kabar dari pesan elektronik bahwa 1800 dari sekitar 1 juta karyawan tambang yang akan dirumahkan,  rencananya menyerbu Jakarta untuk menggelar aksi protes kepada pemerintah terkait Permen ESDM No 7 tahun 2012 yang telah melumpuhkan ratusan perusahaan tambang.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (APEMINDO) Agus Hartono menanggapi aksi ini bisa saja terjadi bila pemerintah belum juga memberikan kepastian pada ribuan perusahaan tambang nasional, yang mempekerjakan jutaan buruh tambang.

"Kita sudah sejak April berhenti melakukan aktivitas, mulai dari pengapalan dan lainnya untuk mengikuti alur dari pemerintah.  Kalaupun itu benar terjadi brarti wujud kekecewaan mereka karena dalam proses wait and see ini belum juga ada kepastian dari permen 7", tegas Agus saat berbincang dengan Seruu.com Senin (21/5).

Proses wait and see yang tidak jelas ini, menurutnya banyak sekali pertanyaan dari buruh tambang di lapangan kepada para pangusaha kapan situasi ini akan berakhir dan ada kejelasan, namun pengusaha hanya bisa menjawab agar para karyawan ataupun buruh bisa bersabar.

"Mereka tanya ini diteruskan atau tidak?saya hanya bisa jawab untuk slow down dalam proses wait and see ini. Memang wait and see untuk pengusaha bisa diterjemahkan, namun untuk para buruh seperti mereka wait and see ini urusan perut", ungkapnya.

Sampai minggu kemarin, lanjutnya, dari 585 perusahaan tambang anggota APEMINDO beberapa diantaranya sudah menonaktifkan atau tidak aktif bekerja karena mesin dan lainnya berhenti beroperasi. Seperti di Sulawesi Tenggara dari 166 perusahaan sudah 33 ribu karyawan yang tidak beraktifitas, sedangkan di Sulawesi Tengah dari 62 perusahaan terdapat 6557 karyawan, di Maluku dari 70 perusahaan sudah 3825 karyawan, dan dari Kalimantan Tengah dari 91 perusahaan angka karyawan yang tanpa aktivitas mencapai 23.292 orang.

"Nggak cuma tidak ada aktivitas, tapi kerusakan juga sudah mulai timbul. Karena kalau tidak dipercepat proses ini, akan timbul ketidakpastian yang panjang", pungkas Agus. [Ain]



MOST POPULAR