POST DETAIL

Minggu, 20 Mei 2012 - 14:23

PLN BUka Tender Pengadaan Suplay BBM

Jakarta, Seruu.com - Kepala Divisi BBM dan Gas PLN, Suryadi Mardjoeki mengatakan, tender tersebut untuk jadwal pasokan BBM selama tiga tahun atau periode 2012-2014.  "Pengadaan secara elektronik (e-procurement) ini akan diumumkan Senin (21/5) besok dan diharapkan satu bulan ke depan sudah didapat pemenangnya," katanya, Minggu (20/5/2012).

Menurut dia, pengadaan BBM tersebut dengan dua tujuan pembangkit yakni Medan, Sumut dan Kalbar. Rinciannya, tujuan Medan sebanyak 250.000 kiloliter per tahun atau totalnya 750.000 kiloliter selama tiga tahun. Serta, Kalbar sebanyak 50.000 kiloliter per tahun atau total 150.000 kiloliter selama tiga tahun.

BBM ke Medan jenis "high speed diesel" (HSD) atau solar dan Kalbar jenis "marine fuel oil" (MFO) atau minyak bakar.  Dengan asumsi harga HSD Rp8.500 per liter dan MFO Rp6.000 per liter, maka nilai tender PLN mencapai Rp6,3 triliun.

Suryadi juga mengatakan, pasokan HSD ke Medan digunakan menggantikan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang gagal pasok. TPPI gagal pasok karena tidak beroperasinya kilang di Tuban, Jatim, menyusul kesulitan keuangan.

Per 4 Mei 2012, PLN sudah memutus kontrak pasokan 300.000 kiloliter HSD per tahun dari TPPI ke PLTGU Belawan, Medan. Sebagai gantinya, PLN sementara ini mengalihkan stok Shell yang murah, sebesar 300.000 kiloliter ke Belawan. Atas kegagalan pasokan tersebut, PLN telah mencairkan uang jaminan TPPI senilai Rp50 miliar.

Sebelumnya, pada Februari lalu, PLN telah melaksanakan tender BBM sebanyak 400.000 kiloliter untuk selama tiga tahun. Rinciannya, tujuan Kalbar sebanyak 250.000 kiloliter selama tiga tahun dengan rincian 100.000, 100.000, dan 50.000 kiloliter. Serta, Kaltim sebanyak 150.000 kiloliter selama tiga tahun yang masing-masing 50.000 kiloliter per tahun. Kedua tender tersebut dimenangkan PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk (AKR). "Suplai ke Kalbar mulai Mei ini dan Kaltim pada November 2012," kata Suryadi.

Untuk kedua tender tersebut, PT Pertamina (Persero) tidak turut serta, hanya anak perusahaan, PT Patra Niaga yang ikut. PLN menargetkan, pada 2012, pengadaan BBM mencapai 7,5 juta kiloliter yang terdiri dari 5,9 juta kiloliter HSD 1,6 juta kiloliter MFO. Target tersebut turun dibandingkan 2011 yang mencapai 11,2 juta kiloliter dari rencana sembilan juta kiloliter. Sampai April, konsumsi BBM PLN sudah mencapai 2,8 juta kiloliter.

Pada 2012 ini, BUMN listrik tersebut menargetkan tidak lagi mengoperasikan pembangkit berbahan bakar BBM di Jawa. Sedang, pada 2015, PLN merencanakan konsumsi BBM tinggal satu juta kiloliter atau empat persen dari bauran energi pembangkit. [ms]



MOST POPULAR