POST DETAIL

Minggu, 20 Mei 2012 - 07:55

Gagalnya Proyek PLTU 10.000 MW Bukti BUMN Tidak Bisa Koordinasi

Jakarta, Seruu.com - Belum rampungnya proyek PLTU 10.000 MW PLN menurut Anggota Komisi VII dari Fraksi PAN Muhamad Syafrudin merupakan penyebab inefisiensi PLN yang kini mencapai 93 triliun.

Kegagalan proyek ini ditutupi dengan terus menggunakan BBM hingga subsidi untuk PLN meningkat tajam. Tidak terpercayanya kontraktor adalah salah satu faktor penyebab gagalnya proyek yang sesuai rencana, pada tahun 2012, proyek 10.000 MW akan selesai sekitar 3.000 MW, sehingga secara kumulatif mencapai 6.100 MW.

"PLN harus pakai kontraktor yang qualifier dan terpercaya agar bisa selesai tepat waktu, kalau tertunda otomatis tetap pakai BBM kan karena listrik harus nyala terus, ini yang buat subsidi membengkak", kata Syafrudin kepada Seruu.com (17/5).

Sebagai contoh, lanjutnya, Barata  perusahaan BUMN yang ikut andil dalam proyek PLTU dan tidak ada hasil hingga kini dan akhirnya memakai BBM untuk memenuhi kebutuhan akan listrik.

"Ini perlu diawasi karena hasilnya tidak bagus, bahkan yang dijanjikan tidak ada. Ini kan membuat kerugian bagi masyarakat dan PLN sendiri", ucapnya.

Sementara itu menurut anggota Banggar DPR RI Dolfie OF Palit, penggunaan BBM untuk PLN menyebabkan 2x lipat lebih mahal dibandingkan gas, sebagai contoh pemakaian solar. Dolfie berpendapat dalam hal ini PLN tidak bisa bekerja sendiri terlebih sudah ada proyek PLTU. 10.000 MW yang bisa menghemat hingga 43% dibanding penggunaan BBM. Namun ego sektoral yang tinggi membuat proyek ini tidak ada hasil.

"Ini karena tingginya ego sektoral di BUMN, mereka sibuk survive sendiri dengan pasokan gas yang langkah justru diperebutkan, contohnya pabrik pupuk Petrokimia Gresik", kata Dolfie.

Lanjutnya, "Tidak jalannya proyek ini karena BUMN sesama BUMN tidak bisa dikoordinasikan. Justru malah bersaing berebut gas, padahal PLN punya PLTU tapi malah tidak bisa pasok gas", tutup Dolfie. [Ain]



MOST POPULAR