POST DETAIL

Sabtu, 19 Mei 2012 - 07:05

Seharusnya Pertamina dari Dulu Beli Minyak Langsung Ke Produsen Bukan Melalui Trader

Jakarta, Seruu.com - Ditengah maraknya isu yang membahas tentang Migas, Anggota Komisi VII DPR RI, Dewi Aryani pun angkat bicara. Menurutnya, seharusnya Pertamina sudah sejak dulu membeli minyak langsung ke produsen dan bukan melalui trader.

"Hal ini seharusnya dilakukan Pertamina sejak dulu. Bukan baru sekarang. Saya sepakat beli langsung di produsen tapi melalui mekanisme G to G (Government to Government), bukan Corporate to Government. Deal harus bisa dilakukan antar negara dan dengan mengutamakan kepentingan bangsa." Tegasnya kepada Seruu.com di Jakarta, Jumat (18/05/2012).

Ditambahkan olehnya, tentang tentang keinginan Mentri BUMN, Dahlan Iskan untuk menutup Petral, Politisi PDI perjuangan ini berpendapat bahwa Petral tidak perlu ditutup. Yang terpenting adalah membenahi perusahaannya, diaudit dulu oleh BPK dan KPK sesegera mungkin sampai tuntas kinerjanya dalam segala bidang.

"Jika di tutup hanya akan menimbulkan kontroversi. Mau menghilangkan jejak mafia selama ini atau apa? Yang terbaik harusnya di bongkar dulu kinerja Petral selama ini bagaimana. Setelah itu baru bicara soal di tutup atau tidak." Ujarnya.

Sementara soal kinerja Dirut Pertamina, Karen Agustiawan, Dewi berpendapat bahwa kinerja Karen sejauh ini sudah cukup baik, namun sebatas 'business as usual'. Operasional Pertamina berjalan baik, namun masalah-masalah basic dan krusial tidak tertangani misal maraknya mafia migas yang telah bertahun-tahun merajai Pertamina, distribusi BBM bersubsidi juga tak tertangani dengan baik, sistem pengawasan tidak menggunakan IT base system sehingga masih banyak penyelewengan di lapangan.

"Karen juga nampak emosional orangnya. Jika karakter emosional bisa ditekan dan lebih berani melakukan Good Corporate Governance saya rasa akan lebih baik. Selama ini saya melihatnya belum kearah sana." Jelasnya.

Dilanjutkan oleh Dewi, terkait isu Karen sebagai mediator antara pihak asing dengan mafia minyak di Indonesia , menurutnya perpanjangan siapa saja tidak dibenarkan, Dirut harus independen. Harus dilakukan pembuktian, tidak bisa menuduh sembarangan.

"Saya menjunjung tinggi obyektifitas, kalau memang bisa dibuktikan dia sebagai antek asing ya harus diganti. Namun jika tidak ya tidak bisa menuduh begitu saja. Bagi saya simple saja audit saja pertamina oleh BPK dan KPK. Sekaranglah saatnya 'bersih bersih' semua lembaga, BUMN, aparatur dll supaya ke depan Indonesia lebih baik di berbahai bidang. Birokrasi bersih dan melayani harus di junjung tinggi." Tandas Dewi Aryani yang juga Ketua Pengurus Pusat  Ikatan Sarjana NU (ISNU) Bidang Pertambangan dan Lingkungan Hidup. [Cesare]



MOST POPULAR