POST DETAIL

Jumat, 18 Mei 2012 - 19:12

Mendesak, Revisi UU Migas Untuk Jamin Kebutuhan Energi Rakyat

Jakarta, Seruu.com - Semangat usulan melakukan revisi terhadap Undang-Undang Minyak dan Gas (Migas) No 22 Tahun 2001 adalah untuk memperbaiki atau menyempurnakan pengelolaan Migas yang ada di Indonesia, beserta implememtasi dan peraturannya.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh anggota Komisi VII DPR RI, Halim Kalla dalam diskusi yang bertajuk 'Minyak Untuk Rakyat' yang digelar di Gedung Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Jakarta, Jumat (18/05/2012).

Menurutnya, semangat revisi tersebut perlu dihadirkan untuk mewujudkan ketahanan energi nasional dan memberikan kebutuhan energi untuk rakyat Indonesia.

"Ketahanan energi nasional salah satunya adalah berasal dari sumber daya minyak dan gas", kata Halim.

Dia juga menyebut, berlakunya UU No 22 tahun 2001 itu adalah untuk membatasi kewenangan Pertamina yang bertindak sebagai regulator dan operator dalam hal Minyak dan Gas. Hasilnya adalah, pembatasan peran Pertamina yang hanya berwenang sebagai operator, sementara untuk regulator dan pemangku kuasa pertambangan diserahkan kepada BP Migas.

Dikatakan Halim, pembagian 'jatah kekuasaan' minyak itu ternyata masih menyisakan masalah yang krusial, sehingga diperlukan adanya revisi dalam Undang-Undang dimaksud.

"Usulan revisi beberapa pasal dalam UU No 22 tahun 2001 sebaiknya fokus disektor hulu saja, sedangkan sektor hilir diatur secara terpisah," ungkapnya menerangkan.

Selain itu, dia mengatakan peran BP dan BPH Migas juga perlu dievaluasi. Bisa saja, lanjut Halim dua lembaga tersebut digabung menjadi satu badan pengelola dan pengawas Migas.

"Mengembalikan wewenang BP (Migas) kepada Pertamina hanya akan berpotensi mengulang kasus lama. BPH (Migas) diperlukan karena makin kompleks dan luasnya kegiatan usaha hilir," terang Halim.

Banyaknya departemen dan institusi yang bertanggung jawab dalam hal Migas, menurut Halim membuat pengelolaan Migas tidak maksimal.

"Subjektivitas masing-masing departemen dan institusi sangat dominan," tandasnya. [nurholis]



MOST POPULAR