POST DETAIL

Rabu, 16 Mei 2012 - 16:30

Pemerintah Klaim Bea Keluar Tidak Akan Tekan Ekspor

Jakarta, Seruu.com - Pemerintah meyakini, meski pemberlakuan bea keluar terhadap barang tambang diberlakukan, kebijakan tersebut tidak akan menggerus kinerja ekspor Indonesia yang tahun ini hanya dipatok pada kisaran 11,7-12,1 persen.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, ekspor Indonesia diyakini akan tetap kuat. Sebab, permintaan dari negara pengimpor terus berjalan.  "Kan importirnya butuh dan tanpa itu pabrik tidak akan jalan," ujar Bambang di Jakarta, Rabu (16/5/2012).

Menurutnya, bea keluar yang diberlakukan terhadap 65 komoditi hasil tambang tidak serta merta diartikan sebagai salah satu bentuk larangan ekspor. Dia mengungkapkan, ekspor masih diperkenankan asalkan eksportir membayar biaya lebih akan usahanya. "Semua kita charge," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan mengenakan tarif bea keluar sebesar rata-rata 20 persen terhadap 65 komoditi Indonesia. Jumlah komoditi yang dikenakan bea keluar meluas, karena sebelumnya pemerintah hanya mengenakan bea keluar terhadap 14 komoditi.

Menteri Keuangan Agus Martowardodjo menjelaskan 65 komoditi tersebut terdiri dari 21 komoditi mineral logam, 10 komoditi bukan logam serta 34 komoditi batuan. Dari daftar 65 komoditi yang terjerat bea keluar, tidak termasuk batu bara.

Penerapan bea keluar sebesar 20 persen diklaim pemerintah akan memberikan tambahan pemasukan bagi penerimaan negara sebesar USD 2 miliar atau sekitar Rp 18,4 triliun. Tambahan ini bisa mendongkrak penerimaan negara yang telah habis karena subsidi energi.

Pemberlakuan bea keluar tersebut berlaku terhadap 14 jenis mineral sebagai tindak lanjut penetapan undang-undang minerba nomor 4 tahun 2009.

Perusahaan tambang masih diperbolehkan mengekspor hingga 2014 sesuai dengan UU minerba nomor 4 tahun 2009 tetapi harus terdaftar sebagai eksportir maka akan ditetapkan bea keluar. [ndis]



MOST POPULAR