POST DETAIL

Jumat, 11 Mei 2012 - 17:11

Harga Minyak Turun di Pasar Asia

Seruu.com - Harga minyak turun di pasar Asia pada perdagangan, Jumat 911/5/2012), terbebani oleh data perdagangan China yang mengecewakan dan peningkatan produksi minyak mentah oleh kartel OPEC, kata para analis.  Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, turun 96 sen menjadi 96,12 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah Brent North Sea untuk Juni merosot 84 sen menjadi 111,89 dolar AS pada sore hari.

"Lebih lemah dari perkiraan data perdagangan China, produksi OPEC yang lebih tinggi dan bukti penguatan dari pasar pekerjaan AS mengeruhkan prospek permintaan minyak," kata Phillip Futures dalam sebuah komentar pasar.

Data bea cukai yang dirilis Kamis menunjukkan impor di China - konsumen energi utama dunia - naik tipis hanya 0,3 persen pada tahun ke tahun menjadi 144,83 miliar dolar AS pada April, memunculkan pertanyaan tentang kemampuan pemerintah untuk meningkatkan permintaan domestik.

Ekspor China ke Uni Eropa yang tengah dilanda utang tumbuh 0,3 persen saja dari Januari hingga April, mencerminkan indikasi terbaru dari kontraksi dalam aktivitas manufaktur.

Kinerja lemah perdagangan China bisa menyebabkan pemerintah memperlonggar kebijakan moneter untuk memacu ekspansi dan menghindari kegagalan mencapai target pertumbuhan tahunan, kata Phillip Futures.

Peningkatan produksi minyak oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga menekan harga, kata analis.

Dalam laporan terbaru, kartel 12 negara mengatakan memproduksi 31,62 juta barel per hari pada April, naik 0,32 juta barel per hari dari Maret, karena Irak, Libya, Arab Saudi, Nigeria dan Angola menaikkan produksi dalam upaya untuk menstabilkan harga.

Pasar juga tetap terguncang oleh kekhawatiran tentang zona euro setelah pemilu Yunani dan Prancis menyoroti penolakan publik atas langkah-langkah penghematan yang bertujuan menangani krisis utang zona euro.

"Pasar energi telah mencari beberapa data ekonomi yang kuat dalam pergolakan politik Eropa, tetapi sayangnya belum akan datang minggu ini," kata Justin Harper, ahli strategi pasar di IG Markets Singapura, demikian AFP melaporkan. [ant]



MOST POPULAR