POST DETAIL

Selasa, 8 Mei 2012 - 21:25

Mafia Minyak Untung Rp10 Miliar per Hari, Ada Kongkalikong Dengan Penguasa

Jakarta, Seruu.com - Prihal adanya mafia minyak yang merugikan keuangan negara ternyata benar adanya. Para mafia minyak tersebut ditengarai merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah per hari, jumlah yang cukup fantastis.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menyatakan kerugian negara tak terhingga akibat ulah mafia minyak itu. Sebab, mereka juga ikut mengatur policy migas.

"Dari sektor ekspor dan impor minyak saja mafia minyak dapat keuntungan sekitar Rp 10 Miliar per hari," kata Adhie saat berbincang dengan Seruu.com di Jakarta, Selasa (08/05/2012).

Adhie merinci, dari impor minyak 300 ribu barel per hari, para mafia minyak mendapat keuntungan 2 US Dollar per barel. Belum lagi, lanjut Adhie mereka juga dapat keuntungan dari ekspor minyak mentah Indonesia.

Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang merupakan anak perusahaan Pertamina yang juga ikut disebut-sebut sebagai bagian dari mafia minyak dan memperoleh keuntungan hingga triliunan rupiah dari bisnis tersebut, hanya sebagain kecil dari kasus mafia minyak yang ada.

Adhie menginformasikan, untuk memuluskan bisnis kotor itu, para mafia minyak juga sudah merambah ke sektor-sektor strategis yang terkait dengan perminyakan, seperti BP Migas, Pertamina, Kementerian ESDM hingga pejabat tinggi negara dan partai politik.

Menurut Adhie hal itu dilakukan agar bisnis mereka tetap aman dan tidak diganggu oleh pihak manapun. Yang lebih mencengangkan, Adhie menyebut para mafia minyak juga telah melakukan perskongkolan dengan penguasa.

"(Modus mafia minyak) tidak mungkin tanpa sepengetahuan penguasa," tegasnya.

Tidak hanya itu, para mafia juga adalah pihak yang menyetir agar produksi minyak Indonesia terus dikurangi, sehingga Indonesia secara administratif bukan lagi sebagai eksportir minyak, dan menyatakan keluar dari OPEC.

Hal itulah yang dijadikan legitimasi politik pemerintah untuk melakukan impor minyak.

"Dari situ para mafioso dapat untung, dan penguasa dapat rente," paparnya.

Langkah Menteri BUMN, Dahlan Iskan yang sempat menginstruksikan agar Pertamina membeli minyak secara langsung, dianggap Adhie sebagai pencitraan belaka.

"Perintah DI (Dahlan Iskan) kan untuk kepentingan pencitraan. Tapi yang mentukan orang-orang yang berada di atas DI," cetus Adhie yang juga pernah melaporkan kasus mafia minyak ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). [nurholis]
 



MOST POPULAR