POST DETAIL

Minggu, 6 Mei 2012 - 18:44

PLTP Dieng Berhenti Operasi, Pasokan Listrik ke Jamali Berkurang

Banjarnegara, Seruu.com - General Manager PT Geo Dipa Energi Unit Dieng, Agoes Danarto mengakui, Pembangkit listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Dataran Tinggi Dieng yang dikelolanya  tidak beroperasi sejak 22 April lalu. Itu terjadi  karena adanya gangguan teknis yang dilanjutkan dengan pemeliharaan rutin.Dijadwalkan, akhir Mei ini PLTP Dieng sudah kembali normal beroperasi.

“Untuk sementara memang PLTP Dieng berhenti operasi, sehingga tidak ada produksi listrik yang bisa dipasok ke jaringan Jawa-Madura Bali (Jamali).Namun  demikian, meski tidak ada pasokan dari PLTP Dieng, jaringan Jamali sama sekali tidak terganggu, karena listrik yang dihasilkan dari PLTP Dieng tergolong kecil, hanya 20 Megawatt (MW)," ujar Agoes Danarto yang didampingi Humas PT Geodipa Energi Unit Dieng, Suparwanto di Dieng, Banjarnegara (Jateng), Minggu (6/5/2012).

Menurut Agoes, penyebab gangguan teknis pada PLTP Dieng, awalnya adanya silika yang menyumbat sumur gas dari perut bumi. Gangguan teknis tersebut kemudian bisa diatasi,  dan langsung dilakukan perawatan rutin.

Di PLTP Dieng, diakui Agoes Danarto, perawatan rutin yang dilakukan lebih sering jika dibandingkan dengan PLTP lainnya, diantaranya PLTP Patuha, Jawa-Barat yang di bawah pengelolaan PT Geo Dipa Eenergi. Kalau PLTP lainnya umumnya 3 tahun sekali, namun untuk PLTP Dieng bisa setahun sekali..

Suparwanto menambahkan,  perawatan rutin ini akan berlangsung sampai akhir Mei mendatang. Saat sekarang tim teknis tengah melakukan berbagai pekerjaan pemeliharaan.

“Pada akhir Mei, kami sudah dapat memasok lagi listrik sebesar 20 MW ke jaringan Jamali," jelas Suparwanto.

Ia mengakui kalau telah terjadi penurunan produksi listrik di PLTP Dieng. Sebetulnya PLTP Dieng mampu menghasilkan 60 MW, namun saat ini hanya tinggal 20 mw. Hal itu salah satunya akibat banyaknya tumpukan silika yang berada dalam sumur, sehingga uap untuk menggerakkan turbin juga berkurang.

“Ada penurunan sampai 40 MW, jika dibandingkan pada awal produksi listrik dari PLTP Dieng," katanya.

Saat ini, untuk meningkatkan produksi listrik, PT Geodipa Energi Unit Dieng juga tengah mengembangkan dua sumur lagi untuk meningkatkan produksi listrik.Dua sumur itu merupakan sumur lama, yang sudah lama tidak  dioperasikan, dan kini untuk memenuhi tuntutan produksi listrik yang terus meningkat, kemvali diaktifkan.

Rencananya, sumur yang dikembangkan adalah sumur 29 dan 30 di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Untuk sumur 29 diharapkan selesai pada Agustus dan sumur 30 pada November. Dua sumur tersebut nantinya direncanakan dapat memproduksi 25 MW. Sehingga secara total pada November mendatang, PLTP Dieng bakal mampu memasok listrik 45 mw ke Jamali. [py]



MOST POPULAR