POST DETAIL

Jumat, 4 Mei 2012 - 18:23

Menteri Hatta Akui Proses Renegoisasi Masih Mandeg di Royalti

Jakarta, Seruu.com - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengakui bahwa proses perundingan ulang atau renegosiasi kontrak tambang dengan perusahaan pemegang Kontrak Karya tidak berjalan mudah."Ada yang semuanya setuju, ada yang setuju sebagian, dan ada yang tidak setuju. Freeport sudah setuju. Makanya sebaiknya ditunggu saja, karena renegosiasi ini tidak sederhana," ujarnya di Jakarta, Jumat (04/5/2012).

Menurut dia, salah satu proses pembahasan perundingan ulang yang berjalan lama adalah terkait royalti dari hasil tambang perusahaan, yang dirasakan masih kurang adil bagi pemerintah Indonesia. "Mayoritas setuju (renegosiasi), tapi (negosiasi) masih terkait pembahasan royalti. Kita tidak mau dari satu persen naik dua atau tiga kali lipat. Tapi kita ingin sekurang-kurangnya kenaikan lima kali lipat," ujarnya.

Selain itu, proses perundingan ulang kontrak juga terkait dengan divestasi saham, pembangunan industri hilirisasi dan perluasan lahan yang semua masih dalam proses tim yang dipimpin oleh Menko Perekonomian. "Poin-poin pentingnya itu. Berapa besarannya sedang dalam dilakukan pembahasan," katanya.

Soal renegoisasi Kontrak Karya kembali mencuat setelah pemerintah berupaya menerapkan sejumlah aturan baru yang dinilai diskriminatif terhadap pengusaha tambang nasional terkait pemurnian hasil tambang. Belakangan hal tersebut direvisi dengan pengenaan bea keluar terhadap 14 komoditi tambang yang besarannya cukup tinggi, mencapai kisaran 20 persen.

Namun semua aturan tersebut hanya diberlakukan oleh Kementrian ESDM terhadap para pemegang Izin Usaha Pertambangan dan Izin Pertambangan Rakyat yang notabene adalah pengusaha nasional. [mus]
 



MOST POPULAR