POST DETAIL

Jumat, 4 Mei 2012 - 18:20

Jero Wacik Beberkan Syarat Perusahaan Tambang Yang Masih Boleh Ekspor Bahan Mentah

Jakarta, Seruu.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik memastikan setelah tanggal 6 Mei, perusahaan tambang mineral yang belum menyerahkan syarat sesuai dengan Permen ESDM No 7 tahun 2012 tidak boleh melakukan ekspor keluar negeri.

"Jadi tanggal 6 Mei 2012, mulai tanggal itu tidak boleh lagi perusahaan tambang mineral melakukan ekspor keluar negeri. Ada 14 jenis mineral logam," tegas Jero Wacik dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (4/5/2012).

Jero menekankan, peraturan yang sudah diterbitkan dari bulan Februari lalu, tidak untuk mematikan perusahaan tambang. Akan tetapi lebih kepada memberikan nilai tambah terhadap jenis tambang mineral yang didapatkan.

Sampai dengan saat ini, sudah ada 83 perusahaan tambang yang mengirimkan proposal ke kementerian ESDM. Angka tersebut, jauh dari seluruh perusahaan tambang yang mencapai 400 perusahaan di seluruh Indonesia.

Jero meyakinkan, perusahaan yang tidak memberikan proposal tidak harus menutup kegiatan tambangnya. "Bukannya nggak boleh nambang, tapi nggak boleh ekspor. Kalau mau jual boleh ke dalam negeri saja," ujarnya.

"Selanjutnya, perusahaan boleh ekspor kalau memenuhi syarat berikut. Perusahaan itu harus mendapat sertifikat clear and clean dari Dirjen Minerba, ada aturannya. Perusahaan harus bayar pajak dan PNBP-nya. Harus menyampaikan rencana pengolahan dan pemurnian dalam negeri. Perusahaan harus tanda tangan sebagai pakta integritas," lanjut Jero.

Terkait pakta integritas dengan pemerintah menurut jero isinya adalah mereka berjanji akan menjaga lingkungan dan pada 2014 berjanji tidak akan ekspor bahan mineral mentah. “Terakhir, dikenakan bea keluar. Yang pengusaha bisa terima dan kami juga oke, besarannya itu akan kena 20%,” ujarnya.

Dirjen Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM Thamrin Sihite menambahkan aturan itu akan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang diharapkan terbit pada minggu depan. Thamrin mengakui akan ada potensi penurunan produksi dan ekspor selama aturan ini diberlakukan hingga 2013.

“Bagi sebagian perusahaan, aturan ini memang memberatkan. Selain itu akan ada penurunan produksi dan jumlah ekspor, tapi ya kan ini namanya dikendalikan. Ekspornya itu 3 tahun terakhir jor-joran. Tapi di sisi lain, akan ada tambahan penerimaan negara dari bea keluar ini,” ujar Thamrin.  [mus]



MOST POPULAR