POST DETAIL

Senin, 30 April 2012 - 21:15

KADIN Ingatkan Pemerintah Soal Permen ESDM 07 : Jangan Cuma Melarang, Beri Solusi Jangka Pendek!

Jakarta, Seruu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengingatkan agar pemerintah memberikan solusi jangka pendek terkait pelarangan ekspor mineral mentah dalam Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 7 Tahun 2012. Mereka menilai saat ini pemerintah hanya memberlakukan larangan sepihak tanpa memberi solusi bagi pengusaha.

“Prinsip hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah barang tambang kami dukung. Tetapi, pemerintah diharapkan memberikan solusi jangka pendek kepada pengusaha karena persiapan pembangunan smelter (unit pengolahan bahan tambang) membutuhkan waktu yang panjang,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur dalam rilisnya Senin (30/4/2012).

Permen ESDM No 7/2012 dikeluarkan pada 6 Februari 2012. Pada pasal 21 disebutkan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi danizin pertambangan rakyat (IPR) yang diterbitkan sebelum berlakunya permen dilarang untuk menjual bijih (bahan mentah/ore) mineral ke luar negeri dalam jangka waktu paling lambat tiga bulan sejak berlakunya Permen. Artinya, pengusaha tidak boleh lagi mengekspor mineral mentah mulai Mei 2012.

Ia menyebut, RI setidaknya membutuhkan 20-30 smelter untuk alumunium, tembaga, besi nikel, dan mineral lain dengan nilai investasi Rp 300 triliun – Rp 500 triliun. Pembangunannya pun memerlukan waktu cukup lama.

Natsir mengusulkan agar ada dua jenis IUP bagi pengusaha terkait terkait aturan tersebut. Pertama ialah IUP produksi yaitu bagi pengusaha yang melakukan penambangan dan pengolahan, kemudian yang kedua ialah IUP khusus yaitu bagi pengusaha yang hanya mengolah.  “Jadi pengusaha tambang yang tidak memiliki smelter dapat menjual mineral mentahnya ke pemegang IUP khusus,” papar Natsir.

Pemerintah berencana melengkapi Permen larangan ekspor bahan mineral dengan pengenaan b akeluar atau pajak ekspor yang kini tengah dikaji besarannya. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan bea keluar itu diberlakukan untuk menumbuhkan industri pengolahan bahan tambang nasional. [cesare]



MOST POPULAR