POST DETAIL

Selasa, 24 April 2012 - 15:42

Tanpa Kontrol Volume, Pembatasan BBM Cuma Timbulkan Konflik Sosial

Denpasar, Seruu.com - Pemerintah harus bisa mengontrol volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebelum menerapkan kebijakan pembatasan energi tersebut.

"Apabila volume BBM bersubsidi tidak dikontrol per mobil setiap harinya, pasti kebijakan itu akan menjadi bumerang bagi pemerintah," kata Anggota Komisi VII DPR-RI Satya Widya Yudha di sela-sela acara "2nd Annual LNG Transport, Handling and Storage", di Kuta, Selasa (24/4/2012).

Dia menjelaskan, untuk bisa mengontrol volume bahan bakar tersebut perlu infrastruktur, sebagai salah satu contoh adalah melalui kartu pengendali. Kartu pengendali itu, tambah Satya, berfungsi mengontrol jatah volume bahan bakar yang diterima mobil setiap harinya sehingga tidak menimbulkan ekses.

Menurut dia, jika tanpa kartu pengendali tersebut sebaiknya pemerintah menunda kebijakan itu karena akan bisa menimbulkan konflik sosial atau horizontal. "Pembatasan BBM bersubsidi itu dikategorikan sukses jika pemerintah bisa mengontrol volume. Kalau pemerintah dapat mengontrol 7,5 juta kilo liter BBM bersubsidi dalam satu tahun, itu luar biasa," ucapnya. [ms]



MOST POPULAR