POST DETAIL

Kamis, 12 April 2012 - 09:10

Kekayaan Migas Laut Timor dihibahkan Kepada Australia dan Timor Leste

Jakarta, Seruu.com - Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) menyesalkan sikap Pemerintah Indonesia yang membiarkan Australia dan Timor Leste menguasai 85 persen wilayah Laut Timor dan mengelola kekayaan minyak dan gas bumi (Migas) yang ada disana.

"Hampir 85 persen wilayah yang dikenal memiliki kekayaan migas yang berlimpah di Laut Timor antara Timor bagian barat Nusa Tenggara Timur dengan Timor Leste telah dikapling oleh Australia dan Timor Leste untuk dikelola secara bersama untuk kesejahteraan bangsa mereka, sedang pemerintahan kita diam saja di tengah kecemasan akan kekurangan bahan bakar minyak (BBM)," kata Ketua YPTB Ferdi Tanoni kepada pers di Jakarta, Rabu (11/04).

Tanoni yang juga pemerhati masalah Laut Timor mengemukakan pandangannya tersebut menanggapi pernyataan Dirjen Energi Baru Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kardaya Warnika dan Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Rudi Rubiandini soal krisis minyak di Indonesia.

Kardaya Warnika mengatakan Indonesia akan kehabisan minyak dalam tempo 12 tahun ke depan, dengan asumsi cadangan terbukti minyak Indonesia sebesar empat miliar barel akan habis dalam 12 tahun ke depan.

Proyeksi itu dengan menggunakan pula asumsi tingkat produksi minyak sebesar 900 ribu barel per hari dan tidak ditemukan cadangan baru.

Sementara Rudi Rubiandini mengatakan, cadangan terbukti gas bumi saat ini sebesar 107 triliun standar kaki kubik diperkirakan habis hingga 40 tahun ke depan.

"Tanpa kegiatan eksplorasi yang agresif, cadangan minyak dan gas bumi akan habis begitu saja karena pengurasan," kata mereka dalam acara diskusi tentang ketahanan energi yang diselenggarakan Dewan Energi Nasional di Jakarta, akhir pekan lalu.

Tanoni yang juga mantan agen Imigrasi Kedutaan Besar Australia itu mengatakan 15 persen sisa wilayah potensi migas di Laut Timor saat ini, nasibnya belum jelas karena sampai sejauh ini perundingan batas laut antara Indonesia dan Timor Leste belum dilaksanakan, meski wilayah bekas provinsi ke-27 Indonesia sudah 10 tahun merdeka.

"Banyak bertaburan ladang dan sumur migas di Laut Timor, namun dicaplok dan kemudian diklaim sebagai yurisdiksi Australia dan Timor Leste, meski sesungguhnya ladang-ladang dan sumur-sumur migas yang bertaburan di Laut Timor itu juga miliknya Indonesia," kata penulis buku "Skandal Laut Timor, Sebuah Barter Politik Ekonomi Canberra-Jakarta" itu.

"Potensi migas di Laut Timor begitu luar biasa besarnya, tetapi Jakarta (pemerintah pusat) terkesan menutup mata melihat fakta tersebut, dan malah menjadikan Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu provinsi termiskin di Indonesia dalam peta statistik nasional," ujarnya.

 Tanoni mencontohkan ladang gas Bayu Undan di Celah Timor yang telah dibangun pipa bawah laut sepanjang 575 km ke Pelabuhan Wickham Point di Darwin, Australia Utara kemudian diproduksi di negara bagian itu sejak 2003 dan diekspor ke Jepang , terletak di dalam wilayah perairan Indonesia.

Begitu pula dengan sumur-sumur minyak Laminaria, Buffalo dan Jahal yang terletak di sebelah selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Belu, Nusa Tenggara Timur juga yang diklaim oleh Australia dan sekarang telah diserahkan kepada Timor Leste, juga didiamkan saja oleh Jakarta seperti pengelolaan ladang gas Bayu Undan. “Apa yang terjadi di Laut Timor ini sama saja dengan Pemerintah Indonesia menghibahkan kekayaan migas nya kepada Australia dan Timor Leste,tambah Tanoni.

Seberapa besar  keseriusan Pemerintah untuk menjaga dan mengelola kekayaan alam Indonesia secara benar dan tepat serta kemampuan diplomasi untuk mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pencaplokan negara asing ? ia bertanya.

"Jika saja pemerintah RI tidak salah urus perminyakan di Laut Timor, kita tidak akan kehabisan minyak dalam tempo 12 tahun dan gas bumi dalam 40 tahun. Semuanya ini terjadi, karena pemerintah tak sanggup melakukan diplomasi, menghadapi negara kecil seperti Timor Leste sekalipun,apalagi dengan negara negara besar" katanya menegaskan.  [ir]



MOST POPULAR