POST DETAIL

Jumat, 6 April 2012 - 10:44

Harga Minyak Rebound

New York, Seruu.com -  Harga minyak "rebound" atau berbalik naik pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena para pedagang khawatir terjadi kekurangan menjelang libur panjang akhir pekan di tengah pengetatan sanksi terhadap Iran.

Pasar cemas tentang angka resmi yang ditunggu dengan cermat pada Jumat mengeani lapangan pekerjaan dan pengangguran AS untuk Maret, tetapi mengambil keberanian dari laporan optimistis pada Kamis tentang klaim awal pengangguran mingguan, sebuah tanda pelambatan pengurangan pekerja (PHK), lapor AFP.

Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, melonjak 1,84 dolar AS dari tingkat penutupan Rabu menjadi berakhir pada 103,31 dolar AS per barel.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei menetap di 123,43 dolar AS per barel, atau bertambah 1,09 dolar AS.

Pasar minyak New York akan tutup pada Jumat Agung, dan mitranya di London akan ditutup pada Jumat dan Senin karena hari libur bank. Namun, perdagangan elektronik akan berlanjut di New York.

Pasar jatuh tajam pada Rabu, setelah pemerintah AS melaporkan kenaikan besar dalam stok minyak mentah negara itu, menambah kekhawatiran tentang pertumbuhan di negara konsumen minyak terbesar di dunia tersebut.

Kontrak berjangka New York, yang memulai sesi Kamis sedikit lebih tinggi, melompat di tengah berita bahwa klaim pengangguran AS turun ke terendah empat tahun pada minggu lalu.

"Angka-angka ketenakerjaan memberi kami dorongan -- itu menunjukkan bahwa pasar kerja semakin baik," kata Phil Flynn dari PFG Best.

Analis komoditas VTB Capital, Andrey Kryuchenkov mengatakan, pasar minyak akan memberikan vonis penuh minggu depan pada data pekerjaan AS.

"Banyak akan bergantung pada bagaimana pasar dibuka pekan depan dengan reaksi tertunda terhadap laporan payrolls non pertanian AS Maret yang akan datang Jumat," kata Kryuchenkov.

Matt Smith dari Summit Energy menunjuk ketegangan atas Iran mempertahankan kekhawatiran tentang pasokan yang ketat.

"Berita tentang asuransi China menolak untuk menjamin pengiriman minyak Iran telah mendatangkan kembali ketegangan geopolitik ke permukaan," kata Smith.

Flynn dari PFG Best mengatakan, pendalaman sanksi terhadap Iran oleh Amerika Serikat dan sekutunya menggerakkan kekhawatiran bahwa "minyak mentah kualitas sangat tinggi akan mengalami pasokan ketat.". [ant]



MOST POPULAR