POST DETAIL

Selasa, 27 Maret 2012 - 15:04

Minyak Melonjak, Maersk Naikan Tarif Angkutan

Seruu.com - Perusahaan pelayaran global berbasis di Denmark, Maersk Line, akan menaikkan tarif pengangkutan peti kemas internasional Asia (Indonesia)-Eropa hingga hampir dua kali lipat, dari US$ 775 per TEUs menjadi US$ 1.300-1.400 per TEUs mulai 1 April 2012.

Kenaikan itu dilakukan menyusul tingginya harga minyak dunia dari US$ 50 per barel pada 2001-2002 menjadi US$ 120 per barel pada 2011 hingga saat ini. Kenaikan harga minyak telah mendongkrak biaya bahan bakar pelayaran dari 30 persen dari total biaya operasional pelayaran menjadi 70 persen sejak akhir 2011.

Presiden Direktur Maersk Line Indonesia Jakob Friss Sorensen mengatakan, kenaikan itu masih di bawah tarif ideal yang harusnya diberlakukan US$ 1.700 per TEUs.

Saat ini, hampir semua perusahaan pelayaran global juga melakukan hal yang sama pasca kenaikan harga minyak. Kenaikan harga minyak pelayaran (bunker) telah menjadi momok bagi industri pelayaran.

"Ini adalah strategi bisnis kami agar tetap bisa survive dalam menghadapi momok kenaikan harga minyak. Yang kami lakukan adalah bagian kecil dari industri pelayaran global yang memang terganggu harga minyak," ungkap dia dengan sejumlah wartawan Indonesia di Menara Batavia Jakarta, hari ini.

Sorensen mengakui, industri pelayaran global memang sedang terpuruk. Volume barang tak mampu menutupi biaya operasional yang dikeluarkan, karena itu saat ini marjin keuntungan perusahaan pelayaran pun menurun dan mengakibatkan arus kas (cash flow) negatif. Ibarat orang awam investasi akan memilih menaruh uangnya di bank saja.

"Namun kami berupaya bagaimana agar bisnis tetap jalan dan uang dari pemegang saham tak begitu saja habis. Salah satu strategi yang kami terapkan adalah dengan memangkas kapasitas atau layanan kami di Asia-Eropa hingga 9,5 persen," kata dia.

Senior General Manager Trade and Marketing Departmen Maersk Line Indonesia Erry Hardianto mengungkapkan, pengurangan kapasitas layanan di pelayaran internasional Asia-Eropa dijamin tidak akan mengurangi pelanggan, begitu juga kenaikan tarif. Pasalnya, selama ini Maersk Line sudah memiliki pelanggan tetap dengan kontrak jangka panjang 2-3 tahun.

"Pengurangan kapasitas kami lakukan karena di pelayaran Asia-Eropa cenderung terjadi over supply ketimbang demand. Selain strategi itu kami juga menerapkan pengurangan kecepatan yang akan berkorelasi dengan penghematan bunker. Jika biasanya Jakarta-Roterdam butuh 21 hari, kini menjadi 26 hari. Namun untuk menjaga agar seluruh barang terangkut kami akan tambah satu kapal," kata dia.

Saat ini, Maersk Line merupakan perusahaan pelayaran kontainer nomor satu di dunia. Volume kontainer yang diangkut diangkut dari dan ke Indonesia hanya 1% dari total volume kontainer yang diangkut di seluruh dunia. [ms]



MOST POPULAR