POST DETAIL

Kamis, 22 Maret 2012 - 18:36

Pengamat : Kenaikan BBM Hanya Untungkan Mafia Migas

Jakarta, Seruu.com - Pengamat politik Boni Hargens menilai kenaikan harga bahan bakar minyak hanya untuk kepentingan mafia minyak dan gas (migas). Badan Pengatur Hilir Migas dan Menteri Energi Sumber Daya Manusia Jero Wacik pun tak tahu data akurat soal BBM subsidi.

"Saya tahu ini dari petinggi partai politik dari partai yang berkuasa maupun oposisi," kata Boni di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (22/3).

Menurut Boni, pemerintah tak punya argumentasi kuat mengapa harga BBM harus naik. Lebih masuk akal bagi Boni, kenaikan BBM disebabkan desakan mafia migas. "Dan ini simbiosis mutualisme yang mereka bangun dengan parpol. Artinya bicara setoran." Kata Boni.

Setoran ini, kata Boni berkaitan dengan persentase keuntungan. Jika mafia migas tak mempunyai keuntungan, bagaimana mereka bisa stabil setoran.

"Maka bisa saja kenaikan BBM ini berkaitan dengan stabilitas setoran mafia migas ke partai,"kata dia.

Terkait gerakan demo anti kenaikan BBM, Boni yakin aksi itu tetap bisa jadi penentu perubahan. Artinya pada satu titik sistem bisa mandek dan harus mengambil keputusan berdasarkan kehendak publik.

Ditanya soal penolakan PKS terhadap kenaikan BBM dan membuat kondisi koalisi memanas, Boni melihat ada selisih kepentingan. Perang koalisi ini membuat kondisi runyam. Demokrat menuduh ada Golkar di balik gerakan anti-kenaikan BBM. Demokrat juga melihat PKS main dua kaki.

"Beliau di sandera mafia-mafia yang ada di luar masing-masing partai. Endingnya ada pada kompromi. PKS marah karena menterinya direshuffle, orang-orangnya diganggu. Begitu juga dengan Golkar," tambahnya.

Ditanya soal kepergian Presiden SBY ke China dan Korea jelang kenaikan harga BBM, Boni memperkirakan akan menambah gerakan massa anti-kenaikan BBM makin meningkat. Presiden selalu menghindar dalam putusan berisiko. Tapi terdepan dalam putusan positif. "Itu mau bilang apa, sudah karakter SBY," tutupnya. [ms]



MOST POPULAR