POST DETAIL

Rabu, 21 Maret 2012 - 17:30

Minyak Rebound di Perdagangan Asia

Seruu.com - Minyak mengalami "rebounded" dari Selasa malam di perdagangan Asia Rabu karena data menunjukkan meningkatnya permintaan energi Amerika Serikat yang diperkuat oleh jaminan mengenai pasokan oleh Arab Saudi.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Mei naik 54 sen ke posisi 106,61 dolar AS dan minyak mentah Brent North Sea juga penyerahan Mei naik 28 sen menjadi 124,40 dolar AS per barel.

Dampak tersebut dari dukungan dalam produksi oleh Arab Saudi--eksportir minyak mentah terbesar dunia--dipicu pula oleh prediksi yang dirilis oleh American Petroleum Institute yang menunjukkan adanya penurunan dalam cadangan minyak mentah AS, kata analis.

"Pasar pada dasarnya bereaksi terhadap laporan tidak resmi yang dikeluarkan oleh American Petroleum Institute," kata Victor Shum, prinsipal senior konsultan energi Purvin and Gertz di Singapura.

"Laporan tersebut mengindikasikan bahwa inventaris minyak AS turun 1,4 juta barel pekan lalu dan juga pemberitaan yang telah menyebabkan minyak rebound setelah turun tajam," katanya.

Amerika Serikat merupakan konsumen minyak terbesar dunia dan penurunan dalam cadangan minyaknya mengindikasikan kenaikan dalam permintaan energi, di mana akan mendorong harga.

Pernyataan Arab Saudi bahwa pihaknya telah siap membantu menstabilkan pasar dengan menambah pasokan sebagai kompensasi kehilangan produksi minyak Iran dikarenakan beberapa sanksi yang dikenakan Barat terhadap Teheran, telah mendorong harga minyak turun.

Iran merupakan produsen minyak terbesar ke empat dunia mendapat sanksi baru dari Barat yang dimaksudkan untuk menekan Republik Islam itu agar menghentikan berbagai aktivitas nuklirnya, namun Iran membantah dengan menyatakan bahwa program tersebut murni dimaksudkan untuk tujuan damai. [ndis]



MOST POPULAR