POST DETAIL

Selasa, 20 Maret 2012 - 18:09

BPH Migas : BBM Oplosan Rugikan Negara 10 Miliar Rupiah Lebih

Jakarta, Seruu.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan kerugian penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) yang ditemukan oleh penyidik PNS (PPNS) BPH Migas sepanjang 2011 mencapai Rp10,8 miliar.

"Penyelewengan itu berupa Premium dioplos dengan Pertamax, begitu juga Solar dicampur dengan Marine Fuel Oil (MFO). Kan Pertamax dan MFO lebih mahal," kata Anggota Komite BPH Migas, Ibrahim Hasyim, di Jakarta, Selasa (20/3/2012).

Berdasarkan data BPH Migas, temuan PPNS BPH Migas yang telah masuk dalam pengadilan untuk penyelewengan minyak tanah mencapai 115.937 liter senilai Rp1 miliar. Penyelewengan Solar mencapai 677.802 liter senilai Rp7,3 miliar.

Sementara itu, untuk penyelewengan BBM jenis Premium mencapai 304.157 liter atau senilai Rp2,4 miliar. Untuk Pertamax mencapai 2.000 liter atau Rp18 juta dan MFO sebanyak 800 liter atau Rp2,8 juta.

"Totalnya 1,1 juta liter atau senilai Rp10,82 miliar kerugian negara dari penyelewengan BBM sepanjang 2011," kata Ibrahim.

Dari data BPH Migas itu, BBM jenis Solar merupakan bahan bakar yang paling banyak dioplos masyarakat. Diikuti Premium, minyak tanah, Pertamax, dan MFO.

Sebagai informasi, BPH Migas pada 7 Maret 2012 mengamankan satu kapal bermuatan 100 ton atau sekitar 100 ribu kiloliter bahan bakar bersubsidi (BBM) jenis Solar di Sungai Mahakam, Long Bagun, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Solar bersubsidi tersebut diduga dijual kembali untuk industri pertambangan dan perkebunan.

BPH Migas telah memetakan titik-titik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia. Dengan pemetaan itu, pihaknya bersama aparat penegak hukum diharapkan bisa segera menindak aksi pembocoran BBM subsidi ke tangan yang tidak berhak. [ms]



MOST POPULAR