POST DETAIL

Minggu, 18 Maret 2012 - 17:15

Holding BUMN Pertambangan Masih Dikaji Ulang

Seruu.com - Pemerintah berencana untuk mengkaji kembali pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perkebunan pada tahun depan. Rencana pembentukan holding pertambangan ini sebenarnya sudah bergulir sejak 2006, namun tidak  terealisasi karena belum menemukan momentum yang tepat.


"Holding pertambangan ditargetkan mulai dikaji lagi tahun 2013. Tapi kapan pembentukannya tergantung momen bagus. Kita lihat dulu hasil kajiannya nanti disesuaikan," ujar Deputi Bidang Industri Primer Muhammad Zamkhani di Jakarta, akhir pekan ini.
 
Zamkhani menjelaskan, program restrukturisasi BUMN pertambangan melalui pembentukan holding BUMN pertambangan, sejalan dengan program rightsizing BUMN tahun 2010-2011.

Sebenarnya, menurut dia rencana pembentukan holding BUMN pertambangan sudah ada sejak 2006. Pihaknya bahkan sudah melakukan kajian terkait pembentukan holding tersebut pada  2006 dan telah di-update pada tahun 2007.
 
"Kita sudah pernah melakukan kajian pembentukan holding BUMN pertambangan ini yang dikenal dengan nama integrated resources company/IRC pada tahun 2006 dan telah di-update pada 2007," ungkapnya.
 
Berdasarkan kajian tim bersama BUMN pertambangan yang dibantu Citigroup sebagai konsultan keuangan dan Soemadipraja & Taher sebagai konsultan hukum pada 2006, pembentukan IRC disarankan paling lambat pada 2007.

Namun, karena adanya keburuhan pendalam terkait proses pembentukan IRC tersebut, khususnya terhadap proses restrukturisasi yang relatif rumit karena ketiga BUMN tersebut merupakan perusahaan terbuka, maka rencana pembentukan IRC tidak dapat  direalisasikan pada 2007.
 
"Selanjutnya, dengan telah berlalunya commodity boom pada 2007 dan terjadinya krisis ekonomi global tahun 2008-2009, maka momentum pembentukan IRC sudah terlewatkan," ungkap dia.
 
Untuk itu, pihaknya akan mulai melakukan kajian kembali pembentukan holding BUMN pada tahun depan. Ini dilakukan guna melihat momentum yang tepat untuk menggabungkan ketiga BUMN tambang tersebut. Pasalnya, pembentukan holding BUMN pertambangan ini, menurut Zamkhani, dapat  meningkatkan leverage pinjaman dana yang masuk ke perusahaan-perusahaan  tambang tersebut.
 
"Ini kan padat modal. Kalau satu-satu memang mampu, tetapi terseok-seok. Holding nantinya bisa menambah leverage dana masuk ke perusahaan untuk mengembangkan usaha," tambahnya. [ms



MOST POPULAR