Greenpeace menyayangkan, saat Presiden mengatakan PLTN adalah opsi terakhir, Kemenristek justru ngotot mempromosikan PLTN di Indonesia.

Mengenakan pakaian antiradiasi dan masker pelindung pernafasan, para aktivis Greenpeace ini beraksi di 10 titik berbeda di Jakarta, dari Halte Busway Blok-M di Jakarta Selatan sampai Stasiun Kota di Jakarta Barat.

Greenpeace menyerahkan laporan dampak kemanusiaan dari bencana nuklir di Fukushima berjudul "Belajar dari Fukushima" yang diserahkan kepada Staf Ahli Menristek bidang Energi dan Material Maju, Agus R. Hoetman.

"Supaya bisa jadi pertimbangan dan masukan kepada pihak Kemenristek dalam menyusun kebijakan energi di Indonesia," kata Arif merujuk laporan Fukushima itu.

Sementara Agus Hoetman menyatakan Kemenristek hanya bertugas mengembangkan teknologi yang sifatnya membangun.

"BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) melakukan riset untuk menetapkan tapak (lokasi pembangunan PLTN) yang bagus. Jadi ini sebagai antisipasi BATAN untuk mengidentifikasi tapak yang memungkinkan dibangun PLTN jika sudah ada goal pembangunan PLTN dari pemerintah," papar Agus.