POST DETAIL

Senin, 5 Maret 2012 - 16:48

KADIN : Peraturan Menteri 07/2012 Bisa Ganggu Target Ekspor

Jakarta,Seruu.com - Target ekspor yang telah ditetapkan pemerintah sebelumnya tahun ini sebesar US$230 miliar diperkirakan akan terganggu seiring dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ESDM No.7 tahun 2012 tentang peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral.

Sebagaimana yang tertera pada pasal 21 dalam Permen tersebut disebutkan bahwa pemegang IUP operasi produksi dan IPR yang diterbitkan sebelum berlakunya Permen itu, dilarang untuk menjual bijih (raw material atau ore) mineral ke luar negeri dalam jangka waktu paling lambat 3 bulan sejak berlakunya Permen tersebut.

“Ini artinya ekspor barang setengah jadi beberapa hasil tambang kita tidak bisa diekspor dan hal ini bisa mengganggu target ekspor yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” ungkap Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur, dalam keterangan pers-nya, yang diterima redaksi, Senin (05/3/2012).

Pada prinsipnya, kata Natsir, KADIN mendukung peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral, sehingga hilirisasi minerba di Indonesia bisa segera terealisasi. Namun, perlu diperhatikan pula UU No.4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara yang dimana ekspor hasil komoditas sampai 2014, di lain pihak dipercepat dengan adanya Permen ESDM No.7 tahun 2012.

“Indonesia bisa kehilangan potensial lost 20% dari target yang sudah ditetapkan, yakni sekitar US$ 46 miliar” kata Natsir.

KADIN sangat menyayangkan kehilangan potensial lost tersebut, sehingga KADIN mengharapkan pemerintah melakukan koordinasi antara Kemendag, Kementerian ESDM dan Kemenkeu guna mempertahankan target yang telah ditetapkan agar kinerja ekspor nasional tetap baik seperti tahun lalu yang mencapai US$ 203,62 miliar. [ms]



MOST POPULAR