POST DETAIL

Kamis, 23 Februari 2012 - 10:04

Harga Minyak Masih Bertengger di Tertinggi 9 Bulan

Seruu.com - Harga minyak dunia bertahan di tertinggi sembilan bulan pada Rabu (Kamis (23/2/2012) pagi WIB), didorong oleh kekhawatiran bahwa ketegangan atas program nuklir produsen minyak mentah utama Iran bisa mengekang pasokan.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman April, mengakhiri hari pertama perdagangannya (kontrak berjangka April) hanya turun tiga sen menjadi 106,28 dolar AS per barel, lapor AFP.

Di London, minyak Brent North Sea untuk pengiriman Mei melompat 1,24 dolar AS dari penutupan Selasa menjadi menetap di 122,90 dolar AS per barel.

Harga acuan kontrak New York telah melonjak hampir 10 persen sejak awal Februari dan investor tampaknya senang untuk mendorongnya lebih tinggi.

"Ini adalah pasar yang gila," kata Phil Flynn dari PFG Best Research.

Setelah harga minyak mentah melonjak tajam lebih tinggi pada Selasa, karena berita Uni Eropa dan Yunani akhirnya menyetujui kesepakatan dana talangan (bailout) kedua, perkembangan di Iran mendukung pasar.

"Kami memang telah bereaksi terhadap terputusnya pembicaraan nuklir dengan Iran," Flynn mengatakan, merujuk pada penolakan Iran untuk mengizinkan akses inspektur PBB ke situs militer penting.

Kunjungan oleh tim dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bertujuan mengklarifikasi isu-isu seputar kemungkinan aspek militer dari program nuklir Iran.

Flynn mengatakan, pasar menanggapi meningkatnya ketegangan mengenai pernyataan Barat bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Iran menegaskan program nuklirnya adalah untuk keperluan sipil.

"Bagaimana kita bisa keluar dari konflik ini dengan Iran?" katanya. "Saat ini pasar mengatakan bahwa tidak ada jalan keluar!"

Analis Capital Economics, Julian Jessop, Rabu, memperingatkan bahwa pasar minyak bisa melonjak melampaui 200 dolar AS per barel jika situasi menghebat.

"Harga minyak bisa melonjak jika ketegangan Iran meningkat dan ini akan menjadi sebuah game-changer," kata Jessop.

"Brent mungkin melonjak mencapai 210 dolar AS dalam skenario kasus terburuk yang melibatkan penutupan Selat Hormuz."

"Tetapi pandangan kami tetap bahwa setiap eskalasi tersebut akan menjadi sebuah bencana militer, ekonomi dan politik bagi Iran, serta sesuatu yang Barat ingin hindari juga.". [ant]



 



MOST POPULAR