POST DETAIL

Kamis, 2 Februari 2012 - 14:05

Salamuddin: Kegagalan SBY Menjaga Alam Indonesia Penyebab Hancurnya Industri Nasional

Jakarta, Seruu.com- Anggota Institute for Global Justice (IGJ) Salamuddin Daeng menjelaskan bahwa fakta upah buruh rendah serta hancurnya industri nasional disebabkan kegagalan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjaga kekayaan alam Indonesia.   

Eksploitasi sumber daya alam untuk kepentingan ekspor bahan mentah, Bukan untuk membangun industri.

"Pendapatan eskpor tambang, minyak, gas, batubara, perkebunan, hasil hutan,  yang menyumbang kerusakan lingkungan, digunakan untuk impor pangan, Padahal pertanian adalah dasar untuk industri,"papar Salamuddin Daeng saat dihubungi Seruu.com, Kamis (2/2/2012).

Selain itu Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) ini juga memaparkan bahwa Pemerintah selalu mengemis investasi asing untuk bangun industri.

"Akibatnya yangg dibangun hanya industri bernilai tambah rendah, yaitu industri rakitan, yang hulu  industrinya ada di luar negeri," tambahnya.

Masih kata Salamuddin,  ia menjelaskan bahwa Perdagangan bebas melalui World Trade Organization (WTO), Free Trade Agreement (FTA), yang menimbulkan serbuan  barang impor, baik hasil industri besar, UKM, maupun hasil pertanian, akan menyebabkan hancurnya usaha nasional.

"Ketika de-industrialisasi terjadi negara malah buru-buru meliberalisasi pasar keuangan dan jatuh ke asing. Dengan Jatunya control uang  ke asing, maka tamatlah riwayat industri indonesia. Di negara manapun di dunia, Inggris, AS, China, Jepang, Korea, Rusia, sejarah  pembangunan Industrialisasi lahir dari dukungan, komando dan kontrol negara. Dan tak ada satu pun negara yang industrinya lahir secara  alamiah melalui mekanisme pasar," jelasnya.

Menurutnya, hal ini membuat Pemerintah menekan upah buruh, menjadikan upah rendah sebagai daya saing ekonomi nasional, Menekan pendapatan petani  dan menjadikan pencabutan subsidi, sebagai strategi ekonomi, sehingga melemahkan pendapatan dan daya beli rakyat.

"Sehingga saat ini, Pemerintah gagal menciptakan lapangan kerja, pendapatan, daya beli, sehingga produk rakyat kehilangan pasarannya. Namun sisi lain berhasil menyalurkan kredit (utang, credit card) ke masayarakat sehingga ritel asing yang diuntungkan, yang melemahkan industrialisasi nasional," paparnya.

"Untuk itu, Hanya ada satu cara untuk selamatkan industri nasional yaitu semua elemen pro demokrasi dan buruh untuk bersatu duduki bandara, pelabuhan dan jalan tol menuntut upah yang layak serta meminta Pemerintah untuk mundur dari kursi kepresidenan," pungkas Salamuddin. [simon]



MOST POPULAR